Sisa Rasa

Sisa Rasa

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Seakan rasa itu masih tersisa. Dari sebuah kisah yang usai sebelum dimulai. Aku menganggapnya dengan wajar, meski nyatanya harus terus berharap. Berkali-kali mencoba mengusirnya, tetapi aku kalah. Pertemuan itu masih membekas dengan jelas. Mengintai setiap ruang kosong yang masih ada. Nja, kita bukan siapa-siapa, tetapi aku menganggapnya berbeda. Kamu sosok lelaki yang tak berani kusebut dalam doa. Keraguan akan kesalahan itu sangatlah besar. Aku mengagumimu, tetapi tidak akan pernah menyelipkan namamu dalam doaku. Mengapa lima tahun masih belum cukup dalam mengusir segala tentangmu? Dari yang pertama aku mengungkapkan dengan gila. Tentang ketertarikanku padamu. Sebenarnya sejak saat itu, aku telah menghapus rasa yang ada. Namun, nyatanya gagal setelah kamu hadir dalam mimpi, kemudian berangsur hadir dalam kehidupan nyata. Pesan singkat berisi kata semangat, seolah menggugah rasa yang hampir mati keseluruhan. Nja, maaf, rasaku masih tersisa.
All Rights Reserved
#8
dariaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Behind the Silence
  • 31 Months for You (Revisi)
  • (Bukan) Keluarga
  • SANG PENAKLUK HATI SYAKIRA (On going)
  • Di Balik Nama Zella
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Puing luka

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines