Sisa Rasa

Sisa Rasa

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2022
Seakan rasa itu masih tersisa. Dari sebuah kisah yang usai sebelum dimulai. Aku menganggapnya dengan wajar, meski nyatanya harus terus berharap. Berkali-kali mencoba mengusirnya, tetapi aku kalah. Pertemuan itu masih membekas dengan jelas. Mengintai setiap ruang kosong yang masih ada. Nja, kita bukan siapa-siapa, tetapi aku menganggapnya berbeda. Kamu sosok lelaki yang tak berani kusebut dalam doa. Keraguan akan kesalahan itu sangatlah besar. Aku mengagumimu, tetapi tidak akan pernah menyelipkan namamu dalam doaku. Mengapa lima tahun masih belum cukup dalam mengusir segala tentangmu? Dari yang pertama aku mengungkapkan dengan gila. Tentang ketertarikanku padamu. Sebenarnya sejak saat itu, aku telah menghapus rasa yang ada. Namun, nyatanya gagal setelah kamu hadir dalam mimpi, kemudian berangsur hadir dalam kehidupan nyata. Pesan singkat berisi kata semangat, seolah menggugah rasa yang hampir mati keseluruhan. Nja, maaf, rasaku masih tersisa.
All Rights Reserved
#17
dariaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Jodoh Kedua (END)
  • Di Antara Kita (END)
  • AFTER (COMPLETE)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Behind the Silence
  • Eysha Love Story'
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Ketika Tulisan bercerita?

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines