TEKA-TEKI TIGA HATI [hiatus]

TEKA-TEKI TIGA HATI [hiatus]

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 9, 2022
"𝐓𝐞𝐫𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐠𝐚𝐥𝐚 𝐥𝐚𝐫𝐚, 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐦𝐮 𝐫𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚." _____ "Menurut lo lebih baik nggak punya uang atau nggak dapat kasih sayang dari orangtua especially your Dad?" "Untuk sekarang, di mana zaman selalu butuh uang, menurut gue lebih baik nggak dapat kasih sayang." "Lo ada di kubu gue ternyata." "Tapi, Kalandra ... gue nggak begitu gila uang dan kasih sayang. Gue hidup karena harus, bukan karena ingin. Jadi, gue nggak takut kalau besok harus meninggal karena miskin kelaparan ataupun karena nggak dapat kasih sayang." _____ "Gue bahkan seperti seonggok sampah yang nggak ada harganya. Gue bajingan, Kalandra." "Iya, lo bajingan dan seperti seonggok sampah. Tapi, sampah tetep punya harga, kan?" "Murah." "Semua ini bukan perkara harga yang harus dibayar, karena bagi gue lo tetep lo yang memberi gue kekuatan di saat gue nggak mampu bertahan. Lo adalah lo yang bagaimana pun dan sesampah apa pun diri lo ... gue tetap sayang sama lo." _____ Tentang Kalandra, Altair, dan Samuel yang ingin memecahkan teka-teki hatinya bersama masa lalu mereka yang sama-sama belum usai. Kalandra Chavali yang dilarang jatuh cinta, Maulvi Altairo yang memiliki segenggam rahasia, dan Samuel Aldan yang tak pernah bisa diterka. Semua serupa kisi-kisi patah hati ketika teror itu juga ikut menghampiri. "Kesalahan apa yang gue lakukan di kehidupan sebelumnya, sampai hidup yang gue jalani seberengsek ini?" TEKA-TEKI TIGA HATI Aoloawan © 2022
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines