Biru Kelabu

Biru Kelabu

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 27, 2022
"plak"(tamparan) "Pelakor!" Ucap Naya kepada Nafsah. Mendengar itu Rian yang memiliki sifat dingin, jutek, dan menyebalkan tidak terima ketika wanita yang dicintainya dihina walau memang yang menghina adalah istrinya sendiri. "Saya yang salah, saya yang mencintainya dan saya yang membawanya ke kehidupan saya" ucap Rian dengan nada tinggi. "Apa yang di harapkan juga dari pernikahan ini? kita menikah secara terpaksa,ingat itu!" tatapan tajam Rian yang menatap Naya. "Apa yang kau pikirkan salah nyonya naya, disini saya hanya sekretaris tidak lebih dari itu dan apa yang dikatakan tuan Rian itu semuanya tidak benar, maksud yang dia katakan adalah dia mencintaimu dan dia sedang memberikan kejutan padamu" ucap nafsah sambil menatap Rian dengan mata yang penuh amarah. "maksudmu apa?" tanya naya karena bingung apa yang sebenarnya terjadi. "Karena ini adalah hari valentine!!!" Jawab Nafsah sambil tersenyum dan bertepuk tangan. "Apa? berarti ini semua hanya sandiwara yang kalian buat?" tanya naya ke nafsah dan Rian. Mendengar itu tentu Rian bingung karena dia tidak sedikit pun mau merencanakan hari valentine untuk naya dan apa yang dia katakan itu semua nya benar, "apa mungkin nafsah memang tidak mencintaiku" tanya Rian dalam hatinya, dengan wajah bingung sambil menatap nasfah. Dan yang Rian lihat senyum lebar di wajah nafsah namun kali ini berbeda tidak seperti senyuman biasanya. Apa yang sebenarnya terjadi? yuk baca masi penulis baru ya kakak mohon saran dan kritik kalian terimakasih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami yang Berdosa
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)
  • Maaf, Cakra!
  • Kesempatan Kedua
  • Qiyamah Senja-completed
  • OMG, i really liked him
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • AFTER WEDDING - TERBIT

Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines