
"plak"(tamparan) "Pelakor!" Ucap Naya kepada Nafsah. Mendengar itu Rian yang memiliki sifat dingin, jutek, dan menyebalkan tidak terima ketika wanita yang dicintainya dihina walau memang yang menghina adalah istrinya sendiri. "Saya yang salah, saya yang mencintainya dan saya yang membawanya ke kehidupan saya" ucap Rian dengan nada tinggi. "Apa yang di harapkan juga dari pernikahan ini? kita menikah secara terpaksa,ingat itu!" tatapan tajam Rian yang menatap Naya. "Apa yang kau pikirkan salah nyonya naya, disini saya hanya sekretaris tidak lebih dari itu dan apa yang dikatakan tuan Rian itu semuanya tidak benar, maksud yang dia katakan adalah dia mencintaimu dan dia sedang memberikan kejutan padamu" ucap nafsah sambil menatap Rian dengan mata yang penuh amarah. "maksudmu apa?" tanya naya karena bingung apa yang sebenarnya terjadi. "Karena ini adalah hari valentine!!!" Jawab Nafsah sambil tersenyum dan bertepuk tangan. "Apa? berarti ini semua hanya sandiwara yang kalian buat?" tanya naya ke nafsah dan Rian. Mendengar itu tentu Rian bingung karena dia tidak sedikit pun mau merencanakan hari valentine untuk naya dan apa yang dia katakan itu semua nya benar, "apa mungkin nafsah memang tidak mencintaiku" tanya Rian dalam hatinya, dengan wajah bingung sambil menatap nasfah. Dan yang Rian lihat senyum lebar di wajah nafsah namun kali ini berbeda tidak seperti senyuman biasanya. Apa yang sebenarnya terjadi? yuk baca masi penulis baru ya kakak mohon saran dan kritik kalian terimakasihHak Cipta Terpelihara
1 bahagian