"Bang, pengin deh jadi air laut."
"Why? Sejak kapan lu mau halu-halu jadi gituan? Alesannya apa, hm?"
"Gatau, pengin aja. Soalnya bagi gue, air laut itu tenang. Enggak ada yang ganggu, kecuali perahu yang sesekali lewat terapung di atas permukaannya. Apalagi laut biru... warnanya damai banget dilihat."
Bahagia. Satu kata yang selalu dicari dan ingin dirasakan oleh Zoe Yovanka.
Di mata semua orang, dia adalah gadis ceria yang senyumnya selalu terukir indah. Seolah tidak ada beban, seolah dunianya selalu berwarna-warni. Tapi tak ada yang tahu, di balik senyumannya itu, tersimpan luka yang begitu dalam. Dia pandai menyembunyikan rasa sakitnya, sampai-sampai dunia pun tertipu mengira dia selalu baik-baik saja.
Dia butuh obat, butuh tempat pulang, butuh ketenangan untuk menyembuhkan segala luka. Tempat yang paling dia cari adalah sagara bulaou - laut biru yang selalu terlihat damai, tempat satu-satunya dia bisa menjadi dirinya sendiri. Namun nyatanya, di balik ketenangannya, hidupnya justru terus dipenuhi rasa sakit yang membuatnya hancur berkeping-keping.
Apakah dia hanya salah tempat? Atau mungkin dia yang salah menafsirkan arti kehidupan?
Hingga akhirnya, Zoe bertemu seorang pemuda bernama Sagara - seseorang yang juga menjadikan laut biru ini sebagai tempat pelarian. Dari situlah dia mulai belajar; bahwa laut terlihat tenang dan indah dari permukaan, padahal di dalamnya ada arus kuat dan badai yang pernah melanda. Sama seperti hidup. Sama seperti dirinya.
Akankah Zoe akhirnya menemukan kebahagiaan dan ketenangan yang selama ini dia cari di tengah sagara bulaou? Atau dia akan terus terjebak dalam penderitaannya sendiri?
Ikuti perjalanan Zoe dalam Sagara Bulaou.
All Rights Reserved