Nana dan Aka, begitulah mereka saling memanggil.
2 tahun bukanlah waktu yang lama bagi pertemuan mereka, bukan pula waktu yang sebentar. Laki laki berkacamata dengan seragam kebesaran yang sering di panggil culun itu berperan sebagai sahabat baik yang sebenarnya, bagi gadis sederhana yang kebetulan mendapat beasiswa di SMA nya, begitupun sebaliknya, mereka sangat saling melengkapi, hingga tanpa bisa dicegah kemunafikan itu hadir, rasa itu merambat hingga mencuat, dan tanpa keduanya sama sama tau.
nana hanya tau aka-nya seorang cowok culun berhati tulus, cuek dengan sekitar namun tidak dengan dirinya, bisa bersekolah di sini karna pintar juga kaya. sebab sekolahnya hanya menerima orang orang seperti itu.
sementara aka hanya tau nana-nya seorang yang sederhana, gadis cantik berprestasi yang sering di cela sebab tidak memiliki apa apa, juga sebab gadis itu berteman dengannya
meski banyak yang menyukainya namun, komitmen di antara mereka sudah terbentuk di hati sendiri sendiri, meski tidak saling mengungkapkan, mereka tau bahwa mereka harus saling menjaga.
sampai semua kebenaran terungkap, sampai satu persatu masalah yang tidak sepele menimpa keduanya, sampai semesta memaksa mereka saling mengaku, tentang rasa, tentang seharusnya mereka tak menyembunyikan apa pun satu sama lain
_000_
"Banyak orang yang nggak pengen kita ada di dunia ini ka..."
"Hmm..cuman orang tulus di sekitar kita yang pengen kita tetep bertahan.."
"Bertahan demi gue ya ka?"
"Tentu, aku bakal terus bertahan demi kamu na"
Teman-teman sekelasnya mengharapkan senior year SMA mereka begitu meriah, penuh kejutan, kesenangan, dan tentu saja romansa.
Lain halnya dengan Xaqila. Ia hanya berharap bisa melewati tahun terakhirnya dengan tenang, diterima di universitas impian, tanpa drama. Lagi pula, apa sih yang bisa diharapkan gadis muda penderita diabetes seperti dirinya? Jangankan romansa, dia bersyukur kalau masih punya sahabat yang setia menjaga rahasia penyakitnya agar dia tidak dianggap invalid. Lebih baik berlindung pada alasan bulimia kala pertanyaan mendera soal kenapa kotak makan siangnya nampak terlalu sehat, kenapa dia selalu mengecek akg di balik kemasan makanan minimarket, dan kenapa dia nyaris selalu bermusuhan pada segala hal yang berbau manis.
Rasa manis bukan satu-satunya hal terlarang dalam hidupnya. Rasa sukanya pada Aarav juga terlarang. Lebih karena mereka sudah berteman selama rasa suka Xaqila pada cowok itu. Namun, semenjak Xaqila mengenal rasa manis yang berhasil dicecapnya selain dari makanan, pendiriannya mulai goyah.
Rasa manis yang berhasil ia curi dari ciuman Aarav, dan sejak itu dia tahu takkan sanggup menyimpan perasaannya lebih lama.
#ColorfulDaysofAprilChallenge