Rumah yang terlihat begitu nyaman, tak ayal bagai neraka kehidupan. Rumah yang terlihat begitu harmonis di luar, di dalam menyimpan begitu banyak luka. Rumah yang tampak hangat, ternyata penuh kehampaan yang dingin. Rumah yang tampak kokoh, nyatanya hampir roboh. Sang ayah yang sibuk bekerja. Sang bunda yang sibuk bersosialita. Si sulung yang dipaksa harus sempurna. Si tengah yang sering kali terlupakan. Si bungsu yang terpenjara di rumahnya. Apakah rumah itu akan tetap kokoh bertahan? Ataukah rumah itu akan roboh? ••• "Terkadang kita diharuskan roboh untuk menjadi lebih kokoh."
Más detalles