Lima Kaki Lima

Lima Kaki Lima

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 27, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"PKL itu bukan sekedar pedagang pinggir jalan nak Narti, kalau menurut saya sendiri sebagai seorang PKL selama 19 tahun. PKL itu adalah nafas dan denyut tersendiri yang sering dilupakan bangsa ini, sungguh, banyak yang telah kami lihat dari bawah sini, dibawah atap kemegahan negeri, di gang-gang sempit misalnya, atau di pinggir jalanan yang bertabur sisa pesta perayaan. Nak Narti, sesungguhnya, apa-apa yang terlihat begitu sederhana, bukan berarti keeksistensiannya juga terlihat sederhana, dan apa-apa yang terlihat begitu mewah dan megah belum tentu memang di dalamnya juga terlihat mewah dan megah. Justru, terkadang hal-hal yang sederhana itu lebih mengena daripada harus yang 'luar biasa'."
All Rights Reserved
#58
pkl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Lost Love In Bloom Again
  • jangan sakiti aku
  • IDGAF ✔
  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • JANTRA JALA JIWA
  • Goresan Seorang Pengembara

Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines