Story cover for Melody, Memory by augustran
Melody, Memory
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 28, 2022
"Cinta itu perbuatan. Dan kurasa inilah cinta."

***

"Melodi ini membawaku mengingat memori itu."

Segala sesuatunya pasti akan memberikan timbal balik, selalu berhubungan. Setiap hal akan memiliki risikonya tersendiri, entah apapun itu, di setiap sendi kehidupan. Apa yang kita anggap sepele, akan memberi dampak yang tak kita duga. Dan, pada saat kehilangan sesuatu yang boleh jadi kita anggap kecil, menimbulkan dampak yang tidak kecil.

Ini kisah seorang kakak yang memperjuangkan sesuatu yang telah dirahasiakannya lebih dari satu dasawarsa, untuk si kembar. Hinaan, perlakuan tak pantas, ditelannya bulat-bulat. Juga, meninggalkan seseorang yang sudah dijadikannya sesuatu yang sejati, menetapkannya dalam hati. Mengelak, menghindar, berkelit. Namun apa daya jika memang sudah ditakdirkan.

Dan, seseorang yang akhirnya mengerti makna rindu yang sesungguhnya. Makna mencintai sesungguhnya. Bagaimana apa-apa yang sebenarnya, yang sebelumnya hanya sebatas dia ketahui. Rasa sabar dan luka akan segera mendapat ganjaran yang pantas.

ⓒ augustran, 2022
All Rights Reserved
Sign up to add Melody, Memory to your library and receive updates
or
#871psikologi
Content Guidelines
You may also like
Tiga Belas Misi ✔️ by mooniemakeu
43 parts Complete
"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023
Aksara Tak Bertuan  by cahayakamila24
25 parts Complete
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
You may also like
Slide 1 of 9
Rasa Tanpa Suara cover
Tiga Belas Misi ✔️ cover
Oh My Captain cover
DUA GARIS cover
Abbiella[On Going] cover
Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)  cover
TENTANG RASA cover
LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG  cover
Aksara Tak Bertuan  cover

Rasa Tanpa Suara

59 parts Complete

Cinta adalah perkara gaib yang tak bisa ditebak dengan mudahnya. Perasaan yang kata orang merupakan perasaan paling menyenangkan di satu waktu, tapi juga bisa berubah sangat menyakitkan di waktu lainnya. Kalau salah satu definisi cinta juga adalah bersabar memendam perasaan bertahun-tahun tanpa berharap dibalas dan tidak berusaha mengusiknya, Kara punya cinta itu. Ini cerita tentang Kara, gadis yang mencintai seorang pemuda yang sulit digapainya. Tanpa ada yang tahu, tanpa memberi tahu, tanpa berkata, dan tanpa suara, Kara menyimpan semuanya dengan rapat dalam diam. Setidaknya sebelum Ghea tidak sengaja tahu.... "Eh, orgil! Lo nahan perasaan lo diam-diam, nggak cerita sama siapa-siapa termasuk gue, bertingkah sok biasa aja di depan Bang Ega, dan itu udah berlangsung lima tahun?! Gila, Kara, mantap! Jadi dulu yang lo sering ngomong lo punya cinta monyet itu Bang Ega, Kara?!" Kara mengangguk sekenanya. Kalau sedang tidak malas, sudah Kara ajak gelut itu si Ghea. "Tapi kayaknya di umur gue sekarang, ini bukan lagi cinta monyet." "Ya, emang!" ° Let's read it! And don't forget to give your vote & comment:) ©nisnami, 2019. [Versi baru, setelah direvisi]