Melody, Memory

Melody, Memory

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 26, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Cinta itu perbuatan. Dan kurasa inilah cinta." *** "Melodi ini membawaku mengingat memori itu." Segala sesuatunya pasti akan memberikan timbal balik, selalu berhubungan. Setiap hal akan memiliki risikonya tersendiri, entah apapun itu, di setiap sendi kehidupan. Apa yang kita anggap sepele, akan memberi dampak yang tak kita duga. Dan, pada saat kehilangan sesuatu yang boleh jadi kita anggap kecil, menimbulkan dampak yang tidak kecil. Ini kisah seorang kakak yang memperjuangkan sesuatu yang telah dirahasiakannya lebih dari satu dasawarsa, untuk si kembar. Hinaan, perlakuan tak pantas, ditelannya bulat-bulat. Juga, meninggalkan seseorang yang sudah dijadikannya sesuatu yang sejati, menetapkannya dalam hati. Mengelak, menghindar, berkelit. Namun apa daya jika memang sudah ditakdirkan. Dan, seseorang yang akhirnya mengerti makna rindu yang sesungguhnya. Makna mencintai sesungguhnya. Bagaimana apa-apa yang sebenarnya, yang sebelumnya hanya sebatas dia ketahui. Rasa sabar dan luka akan segera mendapat ganjaran yang pantas. ⓒ augustran, 2022
All Rights Reserved
#229
psikologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • DUA GARIS
  • Rasa Tanpa Suara
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Oh My Captain

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines