Apa Aku Mimpi

Apa Aku Mimpi

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 3, 2022
Sindy seorang wanita muslimah yg mungkin dia terbilang sudah berumur namun wajahnya tetap terlihat di usia 20 tahun an. Walaupun pun saat ini umur nya sudah kepala 3. Diumur yg seperti itu ia masih menyandang status kelajangannya. Dengan keadaan yg seperti itu justru sangat membuat ia sangat risau karena belum menikah, Sering kali ia merasa insecure , "apakah karena aku tidak cantik, apakah karena aku terlalu kurus, dan aku tidak glow up" sering kali cercaan terhadap dirinya sering ia ucapkan selalu dalam hati. karena ia merasa hal itu benar adanya. Bukan berarti ia tidak punya biaya atau apapun untuk bisa glow up seperti cewek 2 masa kini yg sibuk dengan skincare, yg paling utama saat ini adalah, biaya gaji yg selama ini ia dapatkan , hanya untuk biaya sekolah adiknya. dan lagi pula lebih baik ia tetaplah seadanya dgn penampilan sederhana, lagi pula laki laki mana yg bisa Melihat wajah nya. karena ia pakai hijab dan cadar. biar lah muka seadanya pakai bedak, yg penting badan tidak bau ketek. Sehari hari Sindy adalah tugasnya mengajar di sebuah yayasan sdit al Maunah di kampung halaman nya sendiri, di Daerah Barabai Kalsel. Namun keadaan dia yg seperti itu tidak lah menghambat cita cita dia untuk bisa mengajarkan Agama Islam terutama untuk mengajar kan Alquran klo bisa ngajarin nya sampai keluar Negeri. impian itu tercapai, Sampai di luar Negeri yg ia sendiri tidak menyangka klo takdir nya terdiam di Korea Selatan. Seperti apa kehidupan dia disana apakah dia bertemu dengan Cinta Nya. baca saja selengkapnya. i
All Rights Reserved
#128
ulama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TEOLOGI CINTA
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Raden Aluna | END
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • ALA
  • Memory
  • Imam Pilihan Appa [end]
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • ABOUT LIFE
  • good brush

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

More details
WpActionLinkContent Guidelines