We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lembaran Kertas

Lembaran Kertas

  • WpView
    Reads 3,386
  • WpVote
    Votes 1,569
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 17, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu menuliskan beberapa kata di atas kertas, lalu menaruhnya ke dalam laci bersama kertas-kertas yang lain. Isinya hanya harapan-harapan sederhana. Ia tak berharap begitu besar, tapi di hati kecilnya, berharap terjadi. Ia ingin keluarganya tetap utuh, ia ingin ayahnya kembali seperti dulu, ia ingin pergi ke pasar malam, dan masih banyak lagi. Termasuk menyelesaikan gambar yang tak pernah ia selesaikan. Alur kehidupan memang tidak selalu lurus. Namun gadis itu telah muak. Cukup, ia berniat membakar habis semuanya dan hidup tanpa mempedulikan harapan-harapan yang kini baginya hanya omong kosong belaka. "Mau dibantu?" Kalimat itu diucapkan oleh laki-laki yang sudah ia kagumi dalam waktu yang cukup lama. Gadis itu tersenyum, merasa tidak pantas. Bolehkah ia kembali menoreh harapan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Halcyon
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Rachel
  • Nayara [ TERBIT ]
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Amami
  • ELANG [End]
  • Aluka (Proses Penerbitan)

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines