Transmigrasi Gea~

Transmigrasi Gea~

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Gea, seorang gadis cantik dan pintar yang jago karate, memiliki seorang ayah yang sangat menyayangi nya. Ayah nya lah yang mengajari nya karate dari kecil sampai sekarang ia sudah masuk SMA. Gea termasuk orang introvert yang acuh tak acuh dengan keadaan sekitar, selagi tidak menyangkut paut kan diri nya dia tidak akan peduli, namun ia masih memiliki rasa sedikit peduli kepada seseorang yang tidak mendapatkan keadilan. "Habisi dia sekarang juga! Jangan biarkan dia lolos" "Mending kalian ganti rok deh, banci banget ngelawan satu cewek aja pakek harus menyewa banyak preman, lo masih gak terima karena kalah tarung sama gua tadi siang?" "Gak usah banyak bacot deh, udah langsung habisi aja cewek jal*ng itu!" Bugh bugh bugh Jlebb "Ahkkkkh!! sialan berani nya nusuk dari belakang, benar-benar banci jalanan" merintih sambil memegang punggung yang masih tertancap pisau dengan darah yang sudah merembes kemana mana. "Ayah, maafkan Gea" dengan perlahan mata cantik tersebut tertutup, di sertai hembusan nafas yang kian menipis di gelap nya malam yang sunyi~.
All Rights Reserved
#246
arya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • RAYANA Transmigrasi
  • Friendship -Completed-
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • Im's Figurans Eveline
  • Ayesha Transmigration
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • BUMANTARA
  • The Story Of Aghea
  • Transmigrasi Figuran [END]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines