JANGKA WAKTU

JANGKA WAKTU

  • WpView
    LECTURES 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Mots-clésartisgusislami
Jangka waktu antara seorang Gus pondok pesantren dengan kalangan atas. Dena: "Dalam jangka waktu yang panjang itu Aku terus bertahan. Bertahan dalam waktu yang sangat sulit bagiku. Apa Kau tahu?, dalam jangka waktu yang panjang itu Aku menunggu. Menunggu untuk bisa mengucapkan bahwa AKU MENCINTAINYA ". Pemuda bermata sendu menatap langit. Matanya berkaca-kaca. Mawar putih di tangan kirinya bertahap layu dimakan debu.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Gus Bara
  • Ijbar [Selesai]
  • AL-WAQIAH?
  • Segaris Harapan
  • Astaghfirullah, Gus!! (END)
  • 10. Saktah
  • Bidadari,7 Pemuda Dan Tahta Tertinggi
  • Crush (Surat Merah)
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
Gus Bara

Ketika nama telah terpahat di Lauhul Mahfudz, ia menjelma sebagai ketetapan abadi sang pencipta. Sekeras apa pun jemari manusia berupaya mencerai-berai, tak akan ada kekuatan yang sanggup memisahkan, kecuali maut yang menjemput hela napas terakhir dua makhluk yang telah digariskan bersama. Namun, bagaimana jika takdir itu mengikat dua hati yang tak pernah saling menginginkan? Dua hati dipaksa bersatu dalam keheningan tanpa rasa, dimana benih-benih dilema mulai tumbuh dan perlahan menyiksa jiwa. Keadaan kian membelenggu tatkala bayang-bayang masa lalu kembali hadir berselimut dendam membara, menyusup diam-diam untuk menghancurkan ikatan yang baru saja terjalin. Dari sanalah belenggu cinta segitiga mulai menjerat tanpa akhir, membentang luas bagai samudera kelam yang sarat akan kedustaan dan pengkhianatan. Di tengah badai takdir ini, berdirilah Bara, seorang Gus muda yang terpaksa mengarungi pahitnya lautan kedustaan. Setiap duka dan pengkhianatan yang ia lalui kini menjelma menjadi tetesan air mata yang selalu menyertai di setiap untaian do'a malamnya. Akankah kisah cinta yang rumit dan penuh lara ini menemukan dermaga damainya bersama Ning Zulaikha? Ataukah mereka akan selamanya karam dalam samudra dusta?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu