We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Perzona

Perzona

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 3, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa buang-buang waktu, sih?" Luna Thalassa, seorang gadis yang sering tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Penyesalan-penyesalan yang datang seolah membawa pola yang sama, yaitu memiliki batas tipis dengan kesempatan yang dimilikinya. Pikiran yang seolah tidak ingin memberi waktu untuk tenang, bercampur dengan rasa rendah diri yang dimilikinya membuat semua hal yang dilalui terasa semakin sulit dimulai: 1 Mei 22 diakhiri: 31 Mei 22
All Rights Reserved
#19
pendapat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nabasthalassa
  • LUNA PIENA
  • Jendela Rindu
  • Bulan (END)
  • Senyum Untuk Luka (End)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Lembayung Terakhir
  • Menggapai Mimpi

"Aku adalah laut saat senja yang banyak disukai orang namun tak banyak orang tau bahwa aku akan menghadapi malam yang gelap setelah senja datang"-Thalassa Swastamita "Dan aku adalah esok pagi yang akan memancarkan semangat kepada semua orang terutama kamu, aku adalah langit saat matahari terbit di pagi hari yang akan selalu menemani laut setelah ia terjebak dalam gelapnya malam, selalu ada harapan untuk esok pagi yang cerah"-Nabastala Aruniko --- Thalassa Swastamita, ia mahasiswi yang baru memasuki dunia perkuliahan, dengan aura positifnya semua orang menyukainya karena Thalassa itu menenangkan, damai dan tentram bagai deruan ombak lautan yang mampu menenangkan pikiran saat stress. Namun tak banyak orang yang tau, dibalik wajahnya yang selalu tersenyum, dibalik ia yang tenang bagai tak ada masalah nyatanya tak ada lautan yang tak punya rahasia di dalamnya, tak ada manusia yang tak punya masalah. Dia gadis yang tenang dengan sejuta lukanya. Ketika ia mulai mengagumi salah satu kakak tingkatnya yang lumayan famous dengan karakter yang selalu ceria kepada semua orang bagai waktu di pagi hari yang selalu semangat, hidupnya perlahan berubah. Thalassha lebih semangat lagi dalam menjalani hidupnya, ini semua berkat kakak tingkatnya itu. Nabastala Aruniko.

More details
WpActionLinkContent Guidelines