My Brother

My Brother

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 26, 2022
pak Arya dan Bu Dewi sudah lama menikah dan baru di karuniai seorang anak laki-laki tampan,pak arya dan Bu Dewi memberinya nama bian. pada malam hari pak Arya mendengar suara tangisan bayi,pas pak Arya mengecek berasal dari mana suara tersebut, ternyata berasal dari depan pintu rumah pak Arya, bayi itu perempuan , cantik dan lucu , memakai baju kuning ,di dekat nya pak Arya menemukan sebuah surat tulis tangan *Tolong jaga bayi ini ya ,makasi sebelumnya dan maaf * hanya beberapa kata dalam surat itu , bayi perempuan ini umur nya tak jauh beda dengan umur bayi laki-laki nya pak arya,dan di beri nama Clarissa. (On going )
All Rights Reserved
#88
tamara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are Not My Lover
  • AIRA [On Going]
  • JANUARGHA
  • baby kinza
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • Clingy Husband
  • ARSHAKALEA (Arshaka & Azalea) [ON GOING]
  • Rezalio world
  • Ini Lumi
  • ESHA🍓 || (END)

- TERKADANG, MEMORI IRI DATANG KEMBALI - Untuk kesekian kali, lagi-lagi ayah terus membicarakan Fahmi. Seorang eksekutif muda anak dari salah satu komisaris di PT. Buana Mendata, di mana tempatku dan ayah bekerja. Bila digambarkan, Fahmi memanglah sosok anak muda yang pekerja keras, rupawan dan pintar karena salah satu lulusan universitas di Amerika. Tapi entah mengapa aku belum tertarik kepadanya. Perkenalkan, namaku Clara Wibisana, 27 tahun dan diambang perjodohan oleh ayahku sendiri. Aku sama sekali tidak menyukai cara ayah ini, hingga pada akhirnya di suatu waktu aku memarahi dan memaki ayahku sendiri karena perbuatannya yang membuatku muak. Melepas beban akan perbuatan bodohku itu, aku memutuskan untuk ikut dengan ibu pergi ke desa yang tepatnya ke rumah almarhum eyang. Ibu mempunyai tujuan sendiri, sementara aku, ya tentu saja ingin merelaksasikan diri ini dari kacau balaunya pikiranku. Beberapa hari di sini aku menemukan ketenangan dan juga kenangan, mungkin karena aku sempat tinggal di rumah Eyang ini hingga akhirnya aku pindah. Bahkan suatu memori membekas ketika perjumpaanku dengan salah satu teman masa kecilku, Wendi. Ia mengajakku untuk mengingat segala memori yang tersimpan indah di desa. Hingga akhirnya aku merasakan ada perasaan yang berbeda dariku kepada Wendi. Aku berjanji, sepulangnya aku nanti, aku akan menunjukkan Wendi kehadapan ayah. Bahwa dialah lelaki sempurna untuk hidupku kelak. * Cerita ini sudah diperbarui (31/12/21) Dari tanda baca hingga pengolahan kata. * Cover cerita diperbarui (13/01/22) * Hak Cipta cerita berlaku. * Ikuti terus @imajinerku untuk update cerita terbaru. Ikuti juga instagramnya di (at) imajiner_id

More details
WpActionLinkContent Guidelines