AKSARA LANGIT

AKSARA LANGIT

  • WpView
    Reads 797
  • WpVote
    Votes 430
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 27, 2022
Cerita ini saya persembahkan untuk orang-orang kuat dan yang sudah bertahan hingga sejauh ini. Orang yang selalu berusaha mengerti keadaan dan menerima kenyataan. Ya, kalian semua. Orang yang hebat dan spesial. Menjalani hari dengan segala hal yang dipendam tanpa diutarakan itu sangat menyiksa. Tersenyum ketika di luar dan kembali murung layaknya orang yang terlalu banyak riuh keributan di pikiran. "Rumah itu adalah tempat pulang." - Langit Sejak senja tak hadir dan hujan turun dengan petir, derasnya perubahan arus dewasa sangat drastis. Semuanya menjadi saksi bisu yang dipendam lewat pelampiasan semata. Banyak hal yang terekam oleh duniamu. Untuk kalian, Aksara Langit. ❗❗ DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT ❗❗ 📌 Publish : 20 Juli 2022 📌 Finish : -
All Rights Reserved
#3
theday
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dersik.
  • My Destiny [REVISI]
  • Rain | ArleaVenout
  • ⓂⒺⓃⒹⒶⓀⒾ ⓀⒶⓀⒾ ⓁⒶⓃⒼⒾⓉ
  • Broken Heart [Completed]
  • Lika Liku Luka✓ [Revisi]
  • ANGKASA [END]
  • Langit Favorit
  • Goodbye [Telah Terbit]
Dersik.

Blurb: Aku ingin jujur satu hal pada Ibu. Mungkin jika aku mengatakan hal ini secara langsung, Ibu akan marah padaku. Tapi, Bu, ketahuilah bahwa aku telah berusaha. Aku bisa bertahan sampai sejauh ini, merupakan hal yang patut dibanggakan. Bu, apa Ibu tahu? Aku pernah jatuh, ke sebuah lubang gelap yang sangat dalam. Aku kehilangan diriku di sana, aku bahkan tidak bisa memikirkan apapun, selain ingin segera menghilang. Tapi, kehilangan telah mengajarkanku banyak hal. Dari situ akhirnya aku mulai sadar bahwa 'Orang yang menangisimu ketika melihat kamu terluka, adalah orang yang benar-benar peduli dan sangat menyayangimu.' Bu, hari ini aku akan pulang. Aku harap Ibu menyambutku dengan gembira. Tidak peduli seberapa marah Ibu padaku nantinya, aku tetap ingin Ibu memelukku dengan erat. "Aku ingin bebas, Bu. Seperti angin yang berembus kemana saja." WARNING!: 18+ (Terdapat unsur kekerasan fisik dan batin, harap bijak dalam membaca.) @Created Novel by Lilyana Caroline 2021 August

More details
WpActionLinkContent Guidelines