(Rindro) Tangisan Ria

(Rindro) Tangisan Ria

  • WpView
    Reads 685
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 12, 2022
Mungkin inilah makna bahagia. Sesederhana memberi dan menerima. Sesakit merela dan melupa. Aku belajar untuk membina rumah dalam diriku sendiri walau tak ku tahu entah seperti apalah bentuk rumah itu. Aku akan belajar untuk berteduh di sana sewaktu badai menerjah ketika matahari terik memanggang temulang aku berteduh di hatiku sendiri ketika menyedari rumahmu sudah penuh dan namaku sudah kauhantar ke hujung pintu. ~ Ria Aku telah menempuh beribu batu perjalanan jauh. Tapi hanya matamu tempat paling indah untuk berteduh. Sajak-sajakku yang baru tiba di sudut kamar menjadi gugup melihat sebaris nama pelan-pelan gugur jatuh daripada telapak tanganmu yang penuh. Akukah itu, yang sedang kau cabut daripada doa-doamu? ~ Indro
All Rights Reserved
#16
sandrinnamichelle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Imamku
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Eliinaa
  • Sahabat Jadi Cinta (RiFy)
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Love and Twilight
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Full Of Scratches
  • Air Mata Cinta
  • Mencari Cinta Sejati (END)

Dear Imamku Aku wanita biasa yang tengah berjuang mencintaimu dengan cara yang luar biasa. Ketika akad terucap, dan saat itu pula kuputuskan untuk melabuhkan cintaku padamu. Besar harapanku kita bisa bersama membangun mahligai rumah tangga menuju Syurga-Nya. Bersama-sama menuju dermaga mengendalikan bahtera dan kau sebagai Nahkoda; penuh canda tawa bahagia bersama anak-anak kita. Namun, ketika angan melambung jauh menuju langit, terpaan angin topan disertai badai menghancurkan sebuah angan-angan yang penuh kebahagiaan. Adriana Herland Fathina Satu nama yang ternyata sudah lama mengisi ruang hatimu. Bahteranya akan mengajakmu menjadi nahkoda menuju dermaga. Terima kasih sudah mengizinkanku untuk sekadar singgah di bahteramu. Selamat menempuh perjalanan menuju dermaga bersama kelasi yang menurutmu mampu membantu. "Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga, walau bahagiamu tidak bersamaku." -Azkira Tazkia Haura

More details
WpActionLinkContent Guidelines