Rubik Boy

Rubik Boy

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 4, 2023
Cuma tentang Rinai yang penasaran sama mas SMA yang suka main rubik di halte depan sekolah. "Kamu tahu, kenapa menurutku hidup itu seperti rubik?" Untuk pertama kalinya aku mendengar suaranya. Setelah mendengar suaranya, ku rasa udara di sekitarku semakin menipis. Ku beranikan diri untuk melirik ke arahnya. Ternyata ia menatap rubiknya dengan serius. "Sekacau apapun hidupmu, akan ada cara untuk menatanya kembali pada setiap warnanya," Tanpa bisa ku duga ia menatapku juga. Aku mengedipkan mata beberapa kali untuk menetralisir detak jantungku. Entah bagaimana jadinya jika ia tersenyum, padahal sekarang ia tak memasang ekspresi apapun. Ia berdiri dan pandangan mataku tak bisa lepas darinya. Ia masih menatapku tanpa ekspresi. "Jadi kembalilah. Jangan menungguku di sini. Lain kali aku tidak akan kembali,"
All Rights Reserved
#78
jangwonyoung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa (END)
  • Arsyilazka
  • Love Phobia (Park Woo Jin) END
  • Cupikacu
  • Evanescent || Jimin✔️ [COMPLETED]
  • Fanboy and Fangirl [Telah Direvisi]
  • With You [ Park Jihoon ]✔
  • Semu [Completed]
  • Light in the Dark
  • GALANG [SELESAI]

"Aku baru sadar bahwa perasaanku sama Raisa lebih dari sekedar teman, tetapi apa Raisa juga merasakan hal yang sama?" Ujarku dalam benakku Saat itu aku mengajak Raisa ke taman kota dan kemudian aku mengajaknya bermain di sebuah ayunan, aku sangat bahagia saat melihat dia bahagia ketika dia besamaku. Namun seketika itu semua menjadi runtuh saat kedatangan seorang lelaki, dibalik kejauhan dia memperhatikan kami berdua dan kemudian tiba-tiba di memegang tangan Raisa dan mengajaknya pergi. "Sa" ungkapnya sembari memegang tangan Raisa "Kak Yudha, kok ada disini?" Tanya Raisa dan kemudian dia merampas tangan Raisa dari genggaman ku Aku kira cerita cinta masa SMA aku akan berlalu begitu saja, meski meninggalkan kenangan yang sedikit menyakitkan namun pula menyisakan banyak sisa-sisa kebahagiaan yang apabila aku terkenang maka akan membuat aku rindu akan masa-masa itu. Bukan hanya dengan cerita kala itu, namun juga orang-orang dalam kisah hidupku. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines