ANELA [On Going]

ANELA [On Going]

  • WpView
    Reads 2,471
  • WpVote
    Votes 356
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 14, 2022
🚫WARNING!!! SEBELUM BACA SILAKAN VOTE DULU. DILARANG KERAS MENGCOPY CERITA. •••• "Kita tidak bisa bersama," ucap Anela lemah. "Bisa, kita bisa bersama." Arya mengacak rambutnya kasar, matanya memerah. "Tidak, kita tidak saling mencintai." "Saya mencintaimu!" teriak Arya melemparkan vas kecil hingga pecah berai. Napasnya memburu, tangannya mengepal. Anela terdiam cukup lama, hatinya berdegup tidak karuan. Memandang Arya yang mulai meneteskan air mata. "Bapak menangis?" Anela sedih, baru kali ini ia melihat Arya menangis, dan ... di depannya? Kisah rumit yang dialami Anela, membuat ia hampir hancur. Penasaran dengan ceritanya? Yok, segera meluncur.
All Rights Reserved
#53
tangisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Setitik Luka Untuk Aya [TELAH TERBIT]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Senyum Untuk Luka (End)
  • You Are Mine [Terbit]
  • AKARA (Ending)
  • Hopeless
  • AILY DAILY
  • KEHILANGAN (end)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines