LANA DAN JANE

LANA DAN JANE

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 5, 2022
Sejauh apapun aku melangkah untuk menjauhimu, titik terakhirku selalu berbalik lagi padamu. Lana, sosok sempurna dimataku, sulit sekali mencari kesalahan darimu. Sulit sekali rasanya untuk tidak mengetahui kabarmu, sulit rasanya jika semua hal harus tentang kamu. Tapi semua memang tentang kamu. Kini, perpisahan memang sudah di depan mata, aku sebenarnya tidak ingin menangis,. Tapi bohong jika aku melepas keberangkatanmu dengan begitu saja. Tapi tangis ini tak akan pernah menghentikan langkahmu, lagipula kita memang sudah asing. *** Jane meskipun tidak secara terang-terangan mengejar Lana, tapi Lana sungguh peka. Dia peka dengan segala tinggah Jane, tapi sayang, Lana selalu diam dan pura-pura tidak tahu.
All Rights Reserved
#45
stasiun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Full Of Scratches
  • GRIZLEN {On Going}
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Cerita Tentang Kita
  • TIANNE (My Happiness Is In You) (✓)
  • always you

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines