Never say goodbye;Huang renjun

Never say goodbye;Huang renjun

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 5, 2022
"Starla,boleh gak aku minta foto kamu?" tanyanya yang membuat keningku mengernyit heran. "Buat apa?" tanyaku balik. "Buat nunjukin ke NASA kalau disini ada yang lebih indah dari pada bintang." ungkapnya,hingga tawa kami pun pecah bersamaan di bawah langit yang tengah cerah kala itu. Ada masa dimana aku hanya ingin sendiri. Tanpa siapapun menemaniku,hanya selimut yang tersampir dipundakku. Dan segelas coklat hangat yang masih mengepul. Satu malam bersama bintang Timur,berceloteh manja tentang kisahku dengannya. Kisah tentangnya,yang pergi tanpa pamit. Akankah esok hari engkau datang menjumpaiku? Walaupun hanya untuk menyampaikan satu kalimat pamit ... let's reading-!!
All Rights Reserved
#10
renjunff
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [√] Memorabilia
  • Perihal Sandwich(End)
  • FAITH
  • Renjana Semesta [✔️]
  • Winter
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Ramadhan With Barudak
  • That Feeling |Completed|

Kisah singkat ini berisi beberapa cerita pendek yang menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu pun masa kecil yang mungkin mulai terlupakan. Kamu bisa membacanya di malam yang dingin dengan ditemani secangkir susu hangat dan cookies sebagai pemanis dan hidangan penutup hari ini. *:..。o○𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓜𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪○o。..:* Aku melihatmu yang tengah duduk di bawah langit biru siang itu. Pakaianmu yang berantakan tetap tak mampu menutupi wajah indahmu yang terkena terpaan sinar matahari. Aku menghampirimu, lantas duduk di sebelahmu. Kamu menangis. "Apa yang harus kulakukan?" tanyamu, masih dengan isak tangis yang kian lama kian menyayat hati kecilku. "Bantu aku..." kamu menggenggam tanganku erat. Menatapku dengan lekat. "Aku telah melupakan semua kenangan indah itu. Aku tak lagi bisa mengingatnya." Suaramu tercekat saat mengatakannya. Derai air matamu membasahi tanganku. Aku turut membawamu ke dalam dekapku. Aroma rambutmu yang seperti bunga peonie menyeruak masuk ke penghiduku. Aroma yang kusukai. "Baiklah... aku akan membantumu." Tanganku menyusuri surai legam milikmu yang terasa selembut sutra. "Aku akan membantumu mengingat semua kenangan indah itu... Memorabilia." [Cerita ini hadir untuk memenuhi UNBK yang diselenggarakan WGA sebagai syarat kelulusan menjadi alumnus] 𝘔𝘺 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘳𝘪𝘵𝘦 𝘤𝘩𝘢𝘱𝘵𝘦𝘳 - 𝘌𝘷𝘢𝘯𝘦𝘴𝘤𝘦𝘯𝘵 - 𝘒𝘢𝘵𝘢𝘴𝘵𝘳𝘰𝘧𝘦 - 𝘉𝘭𝘢𝘤𝘬 𝘙𝘰𝘴𝘦

More details
WpActionLinkContent Guidelines