KOPASKA

KOPASKA

  • WpView
    MGA BUMASA 160,889
  • WpVote
    Mga Boto 5,831
  • WpPart
    Mga Parte 62
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Apr 20, 2024
WpInfo
NON-FICTION
Berjuang dalam pertempuran untuk negara, berusaha untuk hidup dan kembali untuk Hanna - Kapten. Zeka Akasarna Perkasa
All Rights Reserved
#16
kopaska
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Mayor Wira's Gaze
  • Bima - Bahari
  • Di Balik Tirai (Pierre Tendean Fanfic)
  • World At War
  • JANUARRESSYA
  • Highschool of the dead x TNI male reader.
  • RAGANTA | Kamu adalah Semestaku
  • As if it's your last (On Going)
  • PRAMUDYA
  • Writing's on The Wall (END)

Mayor Wiratama Adwijaya adalah sosok yang dikenal sebagai legenda di satuannya. Dingin, tak banyak bicara, dan selalu satu langkah di depan dalam setiap strategi perang. Pria itu hidup untuk tugas-tidak ada ruang untuk kesenangan pribadi, tidak ada waktu untuk menikmati hal-hal kecil. Baginya, keberhasilan sebuah operasi adalah segalanya. Lahir dari keluarga militer, disiplin sudah mendarah daging dalam dirinya sejak kecil. Tidak heran jika ia tumbuh menjadi seorang perwira yang tak tertandingi. Keahliannya dalam membaca medan perang, mengatur strategi, dan mengantisipasi gerakan musuh membuatnya dihormati sekaligus ditakuti. Bahkan, para prajurit di bawah komandonya menyebutnya "Sang Hantu Perang" karena instingnya yang tajam dan eksekusinya yang nyaris tanpa cela. Dokter Kalea Laurenisa adalah sosok yang bertolak belakang dengan Mayor Wiratama Adwijaya. Perempuan itu manja, gemar mengeluh tentang hal-hal kecil, dan selalu menginginkan kenyamanan dalam hidupnya. Namun, di balik sikapnya yang tampak lembut dan sedikit kekanak-kanakan, ia memiliki hati yang luar biasa besar. Sebagai seorang dokter militer, ia sering kali berhadapan dengan kondisi yang jauh dari ideal. Medan perang, fasilitas terbatas, dan pasien dengan luka-luka parah seharusnya cukup untuk membuatnya menyerah. Tapi Kalea tidak pernah benar-benar bisa menutup mata terhadap penderitaan orang lain. Ia selalu rela melakukan apa pun untuk menyelamatkan nyawa, meskipun itu berarti mempertaruhkan dirinya sendiri.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman