jouska
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 2, 2022
seorang gadis cantik bernama karlin hidup sangat bahagia. semua teman nya menyukai nya. ia gadis yang cantik, menawan, pintar, hampir mendekati kata sempurna. bahkan seorang laki laki yang ia cintai. Alex.. namun siapa sangka kehidupan nya berubah karena sebuah bisikan misterius. apa benar karlin mengalami jouska? siapa pemilik suara tersebut? lalu akan sehancur apa hidup karlin?
All Rights Reserved
#332
paranormal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karaline _ You're An Extra TAMAT
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Sweet but Psycho
  • Damaraya✓(TAMAT)
  • Perfect
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • LEISE [END] (revisi)
  • The Same

Pembelian bisa cek di bio ku yah : ________ Karaline atau kerap dipanggil Kara, tak pernah menyangka bahwa di usianya 17 tahun ia berada di dunia novel dengan judul "Obsession Gindra", ia terjebak oleh pusaran emosi dari laki-laki yang berstatus sebagai sahabat kecilnya. Memasuki sebuah novel akibat kesalahan dalam penelitian sontak membuat Karaline bingung untuk memikirkan cara kembali ke dunia nyatanya, terutama akhir dari figuran ini mati dengan hati tercabik-cabik. Lalu jalan apa yang harus dihadapi Karaline agar ia bisa kembali ke dunia nyata. . ? ______ "sampai kapan?" Pertanyaan dengan sarat akan lelah seketika membuat orang disampingnya menoleh kearah gadis berambut sebahu itu "apa kamu belum nyerah?" "Jangan mulai lagi Kar! Gue dah bilang Lo engga perlu ikut campur urusan gue. . ." Karaline Rhys gadis tanpa tau asal-usul dirinya yang harus terjebak oleh jeratan laki-laki penuh obsesi pada gadis bermata safir. Kara tidak menjawab, rasa lelah membuat suaranya terhempas entah kemana. Tatapan itu melembut bersama netra hazel yang semakin mengembun dikala laki-laki disampingnya pergi begitu saja tanpa mau menoleh meski hanya sebentar. "Ah! Padahal aku bertanya pada hati ku sendiri" gumam Kara tak kuasa menahan air mata yang telah menupuk pada kedua kelopak matanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines