38 partes Continúa Dahulu, Ia datang membawa aksara amerta,
mengeja rindu di ambang pintu rasa.
Seorang pemuja struktur yang bersumpah atas nama anuraga.
Namun, waktu adalah kala yang paling rahasia;
perlahan Ia merobohkan pondasi tanpa suara.
Di antara barisan diksi yang pinaka,
aku menyaksikan sebuah ketulusan yang
mengalami degradasi.
Tak ada sengketa, hanya aku yang tertinggal di antara reruntuhan janji yang kini menjadi maya.
Bagai menanti burung terbang tinggi,
tunggul juga yang dipagut-
aku menunggu kembali,
meski Ia telah memilih menepi.