Freaky Ex [SLOW PUBLISH]

Freaky Ex [SLOW PUBLISH]

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 10, 2023
Dear, Aldo Laskar Pratama. Lu jadi cowok pertama dan terakhir yang bikin gua nggak bisa oleng kemana-mana. Walaupun gua sempat cari orang baru cuman buat move on dari lu. Sesulit itu lah kira-kira. Move on dari lu perlu waktu bertahun-tahun. Bahkan sampai sekarang, gua nggak yakin kalau gua udah move on apa belum. Ngedeskripsiin lu sebenarnya simpel. You have a slanted eyes and white skin, like a Chinese boy. Pintar, anak ambis, kadang baik kadang freak, suka lagu barat, bisa main biola atau gitar, suka pelajaran Matematika, nggak suka pelajaran Bahasa Arab, suka Boba varian brown sugar, mental baja. Satu hal yang belum pernah gua lihat dari lu. Seorang Aldo, belum pernah nangis depan gua. Selama 12 tahun temenan, 2 tahun jadi pacar, yang gua dapat cuman mental bajanya. Heran gua. Udah deh, sekian. -Najla.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • JUST ADMIRER
  • Fuck Boy
  • Home?
  • Rintik Hujan
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • Friend Zone [COMPLETED]
  • Langit untuk Asa
  • Alice & Adrian
  • GREENSTA [END]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines