Hujan dikala terik

Hujan dikala terik

  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 9, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasremajaromansa
"Gue pikir lo beneran ada buat gue Bi, Gue pikir lo bakalan jadi orang paling tulus buat gue. Tapi enggak, lo sama aja sama yang lain" Leara berteriak dengan suara sumbang nya. Gadis itu mulai muak dengan segalanya. Sedangkan laki-laki di depannya hanya bisa memandangi Leara. "Gue pernah mengucap syukur sama tuhan atas kehadiran Lo. Padahal sebelumnya gue gak pernah percaya tuhan. Dan sekali lagi lo buat gue bener-bener gak percaya apa pun. Bahkan diri gue sendiri sekalipun" Leara tidak kuasa menahan bendungan air matanya. Ia berusaha keras menahan semuanya. Tapi tidak, tidak bisa lagi. Asal Lo tau isi hati gue le.----
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tokoh Utama
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Arsyilazka
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • hanya untuk bunda
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Need Someone💔

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido