Alisa
  • WpView
    Reads 398
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Nov 15, 2012
WpInfo
Non-Fiction
Ada 3 hal yang disadari Sinta ketika berlari pada malam itu, malam dimana Kematian memburunya. Hal tersebut adalah: 1. Mata Kematian bewarna merah, sangat kontras dengan rambutnya yang pirang dan kulitnya yang putih. 2. Tidak akan ada yang akan menolongnya di pemukiman kumuh terlantar ini. 3. Ada kemungkinan bahwa dia akan terkejar, dan berakhir dengan..yah kematian. Bro dan Sis, ditunggu yah komentar dan sarannya di bawah? Terima kasih :)
All Rights Reserved
#556
darah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warisan Gandari
  • the naughty students
  • Mantra Coffee : Desa Penyembah Iblis
  • Mayat Dalam Sumur (TERBIT)
  • BARISAN KERANDA MERAH
  • El Cielo y la Tierra

"Tidak semua warisan bisa diwariskan dengan damai. Ada yang harus ditanam. Dalam. Dan dikubur. Tapi apa jadinya jika tanah tempat menguburnya justru menganga kembali?" Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya di dusun terpencil Sekarputih, Gandari Ayu Prameswari kembali untuk menghadiri pemakaman ibunya, Bu Ranupatma, yang meninggal secara misterius - tergantung di pohon kamboja dengan tubuh dililit kain kafan sobek, seperti bekas ritual gagal. Di mata warga, Bu Ranupatma adalah perempuan aneh. Dituduh membawa kutukan dan menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Tapi bagi Gandari, ibunya adalah sosok penuh rahasia, selalu menyembunyikan hal-hal ganjil yang terjadi di rumah. Kini, setelah kembali, Gandari mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di desanya: suara-suara yang memanggil dari sumur tua, bayangan yang menari di balik dinding rumah, dan mimpi-mimpi yang selalu diakhiri dengan suara tangisan dari dalam tanah. Hingga sebuah kebenaran terbuka - Gandari ternyata mewarisi kekuatan gaib yang telah mengalir di darah keluarganya selama ratusan tahun. Ia bukan hanya anak dari Bu Ranupatma, tapi penerus terakhir penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia arwah. Sayangnya, kekuatan itu tidak hanya membangkitkan harapan... tetapi juga membangunkan sesuatu yang sudah lama terkubur - Banyu Abang, entitas jahat yang dulu disegel oleh leluhurnya, kini bangkit perlahan, mengincar tubuh Gandari sebagai wadah baru. Dibantu oleh Mbah Darmi, penjaga tua yang dulu berselisih dengan Bu Ranupatma, dan Tari, sahabat masa kecil yang menyimpan rasa bersalah, Gandari harus menghadapi warisan yang tidak pernah ia minta. Satu demi satu, warga desa menghilang. Malam makin panjang. Gerbang di tengah hutan mulai terbuka. Dan rahasia keluarganya... ternyata bukan tentang penyelamatan. Tapi pengorbanan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines