Kopi dan Kenangan

Kopi dan Kenangan

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 11, 2022
Dulu, Diana tidak suka kopi. Tapi saat orang itu datang memperkenalkan kopi pada hidupnya, Diana mulai jatuh cinta. Pada kopi dan kenangan manis yang orang itu berikan. ---------- Cover by pinterest + edit by me. A colaboration story by devinariathi and winachooky. ☡Mengandung kata kata kasar, kissing scene, dsb. 17+ ---------- Start: August 20, 2022 Finish: -
All Rights Reserved
#31
barista
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Cafein Love | JAKE enhypen [ END ]
  • Coffe latte ✔
  • Cafetaria story (End)
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Andanan Coffee
  •  Please Don't Go! [end]
  • Padi & Jagung✓

Daffin Antasena tak pernah menyangka bahwa rehat sebulan sebelum tur albumnya justru membawanya kembali pada satu hal yang belum pernah benar-benar ia tinggalkan: masa lalu. Kembali ke kota tempat ia tumbuh dan jatuh cinta untuk pertama kalinya, Daffin menemukan sebuah kedai kopi yang cukup eksis dan menarik perhatiannya karena konsepnya terasa akrab dan nyaman untuknya yang perlu menjauhi kerumunan. Hingga ia menyadari satu hal yang membuat jantungnya tercekat. Pemilik kedai itu adalah Lea, mantan kekasihnya. Hubungannya dengan Lea berakhir baik-baik saja. Mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan karena tak cukup kuat untuk bertahan dalam jarak, setidaknya menurut Daffin. Namun Lea yang kini berdiri di hadapannya bukanlah Lea yang ia kenal. Gadis yang dulu sensitif terhadap kafein itu kini hidup di antara pekatnya kopi dan aroma espresso. Lebih dari itu, sikapnya pun dingin seolah Daffin hanyalah pelanggan biasa. Tentu hal itu menimbulkan tanda tanya baginya. Apa yang terlewat selama Daffin mengejar mimpinya? Dan mengapa masa lalu yang dirasa selesai dengan baik justru menyisakan pertanyaan yang tak pernah ia ketahui jawabannya? Pertemuan yang tak direncanakan itu membuka kembali luka, kenangan, dan perasaan yang belum benar-benar padam. Di antara pahitnya kopi dan manisnya kenangan, Daffin dan Lea harus memutuskan, apakah cinta lama memang ditakdirkan untuk kembali, atau hanya indah sebagai kenangan? - Coffee Shop Serendipity -

More details
WpActionLinkContent Guidelines