We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SVN : Lucky Number

SVN : Lucky Number

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 5, 2022
Ketika rahasia menyelimuti tragedi berdarah yang menimbulkan amarah dan rasa bersalah, maka disitulah sebuah pertanyaan mendasar merangsek keluar. "Apa yang sebenarnya terjadi?" -svn- Sempurna, satu kata yang terlintas ketika melihat sosoknya yang hanyalah manusia biasa. Prasangka telah menyiksanya sedemikian rupa, membuatnya harus berpura-pura dan terus bersandiwara. Rasa bersalah terus menghantui setiap langkahnya, mengingatkan dikala sebuah senyum hendak ia tebarkan-membawa serta keraguan yang luput dari penglihatan. Awalnya dia baik-baik saja, hidup tanpa keluhan meski seringkali diabaikan. Ketika ia dihakimi tanpa alasan dan masih bertahan, justru ia mendapat tatapan penuh kebencian. Hidupnya hancur semenjak tangan-tangan kotor menyentuh dengan sembarang, menghilangkan sesuatu bernama kesucian dan juga masa depan. Dia berbeda dengan kulit putih pucatnya juga detak jantungnya. Meski merasa lelah, ia tidak boleh menyerah karena itu sama saja dengan kalah. Tentang lima remaja biasa yang dituntut menjadi dewasa karena masa lalu yang sama, tanpa tahu tujuan sesungguhnya dari setiap kebersamaan yang ada. Akankah mereka menemukan jawaban atau justru kembali merasakan kehilangan? . . . story by : vonmir_kfsdr publish : kamis, 05 mei 2022 update : tidak terjadwal p.s : jangan lupa share,comment and vote. thx☁️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • REZANGGA
  • The False Reality (TELAH TERBIT)
  • Dandelion
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • Dari Luka Untuk Tawa��✓

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines