Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja, hingga tanpa sadar membawa keduanya terjebak dalam perasaan yang sama.
"Sekali lagi, terima kasih?"
Mengerti tatapannya, Flo langsung menyerukan namanya. "Flo, Florenza Qiandra."
"Yaa, terima kasih banyak, Florenza."
Flo mengangguk, sebelum lelaki tersebut keluar dari mobilnya. Di tangannya, kini sudah terdapat sebuah kartu nama.
"D'El Corporation, Denzel Edelsteen." Gumam Flo.
Disaat hati beradu dengan gengsi, serta ego menghantui. Akan kah salah satu dari mereka mengalah? Berani mengungkapkan perasaan yang sebenarnya?
"Lupain, apa yang saya bilang tadi. Karena setelah ini, mungkin saya juga bakal lupain perasaan saya ke kamu." -Denzel Edelsteen-
"Maafin aku. Aku mau tarik ucapan aku waktu itu, perasaan Om ke aku, sama sekali ga salah. Aku emang bodoh, aku baru sadar sama perasaan aku sendiri pas Om ga ada disamping aku. Aku ga tau mau bilang apalagi, tapi yang jelas, aku nyesel, aku beneran takut, karena udah biarin Om pergi."
-Florenza Qiandra-
[Cerita sudah lengkap] ✅
Dulu nolak, sekarang nyesal kan?
Yuna yang dulu begitu menyukai Ray. Sayangnya, Ray tidak menanggapi serius hal itu dan malah dekat dengan cewek lain.
Yuna sangat sakit hati karena hal itu. Untungnya, ia tidak satu sekolah lagi dengan Ray, sehingga Yuna akhirnya bisa move on secara perlahan.
Tapi ternyata saat masuk SMA, mereka dipertemukan kembali, dan Ray merasa ini adalah kesempatan emasnya untuk mengejar Yuna atas penyesalannya dulu, telah menyia nyiakan perasaan Yuna.
Ternyata semua tidak semudah itu!
Yuna sudah menyukai cowok lain yang jauh lebih keren, ganteng, dan lebih parahnya lagi, cowok itu balik menyukai Yuna!
Mampu kah Ray membuat Yuna berpaling?
Bagaimakah akhir dari kisah cinta Yuna yang sempat terombang ambing perasaan bimbang?