I NEED YOU

I NEED YOU

  • WpView
    Reads 512
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 13, 2023
"Dengerin Arqi sebentar ya, Sayang. Maafin Arqi." Ajwa mengusap air mata Arqi dengan ibu jarinya. Tangannya dengan lembut mengusap rambut hitam legamnya yang tebal. "Jelasin." Arqi menangkup pipi Ajwa, menatap matanya yang memerah karena ulahnya. "Arqi salah, Arqi khilaf. Kamu tahu, Sayang, aku bener-bener sayang sama kamu. Dia datang, dia yang duluan goda Arqi. Arqi, Arqi ingat kamu, Sayang. Tapi, ta-tapi Arqi ...." Ajwa berdiri, memeluk kepala Arqi dan membenamkannya di ceruk lehernya. "Udah, ya. Ajwa udah ngerti kok." Ajwa mengecup pucuk kepala Arqi dengan sayang, kemudian menangkup wajahnya. "Dengar Ajwa, ya. Mungkin, jodoh kita cuma sampai di sini. Ajwa minta maaf udah nyerah. Ajwa nggak bisa sama-sama bareng Arqi lagi." "Jangan sedih ya, Ganteng. Semangat terus tanpa Ajwa."
All Rights Reserved
#213
pacaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Behind The Smile
  • RAKA
  • this is me
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • VALOROUS
  • AMERTA : The Last Embrace
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines