Intoxicate

Intoxicate

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Shenatta Aurelia, seorang anak yang dibesarkan dengan kasih sayang berlimpah, tidak ada yang tidak menyayanginya di dunia ini. Ia hidup dengan keyakinan tersebut hingga membuat dirinya tumbuh menjadi gadis pemalas dan sedikit angkuh. Suatu hari ia membolos saat pelajaran olahraga dan ketiduran di perpustakaan sekolah. Saat mendengar bel, dia terbangun namun anehnya semua wajah teman-temannya entah kenapa berubah semua. Shena yang masih plonga-plongo tidak menggubris seorang lelaki yang entah datang dari mana lalu membentaknya begitu saja. "Lo harus bayar perbuatan lo sama Anna! Gue udah bilang berkali-kali gue nggak akan pernah mau sama lo, jadi stop ngerusuhin gue sama Anna, ngerti nggak lo?!" Shena hanya diam dengan mulut terbuka, tidak ada yang tahu kalau saat itu untuk pertama kalinya ia sedang berpikir keras dalam otak yang biasanya tidak pernah ia pakai. ***
All Rights Reserved
#5
bipolar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar
  • ZIELIA
  • Detak nan sesak
  • Paradise
  • SHENA [END] ✓
  • Valcano
  • 00.00
  • ZENARZEL [SELESAI✔]
  • I Win, Baby ✔ [Warren Series #1]
  • KEPERGIAN SENJA

Di rumah itu, Shena tumbuh seperti bunga yang dipaksa mekar di tengah musim dingin. Suaranya tak pernah didengarkan, mimpinya dipatahkan sebelum sempat terbang, dan langkahnya selalu dikendalikan oleh bayang-bayang harapan yang bukan miliknya. Ayahnya membangun tembok dari ambisi, ibunya bersembunyi dalam diam, dan kakaknya bersinar terlalu terang hingga membuat Shena tampak seperti bayangan yang tak dianggap. Ia belajar menelan kecewa dalam senyap, menyembunyikan air mata di balik senyum yang terlatih. Dalam sepi yang menggema, Shena menemukan satu ruang di mana ia bisa bebas: menulis. Ia mencurahkan isi hati dalam baris-baris rahasia di blog tanpa nama-tempat di mana jeritannya tak perlu suara, tapi tetap bisa menyentuh hati yang terluka. Tulisannya mulai menyebar, dibaca dan dikagumi orang-orang asing yang tak tahu siapa dirinya. Namun saat rahasianya hampir terbongkar, Shena berdiri di persimpangan: tetap menjadi bayangan yang diam, atau berani menjadi suara dari luka yang selama ini dibungkam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines