YOUR BROTHER MY HUSBAND

YOUR BROTHER MY HUSBAND

  • WpView
    MGA BUMASA 31
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Sep 24, 2022
"kalau mas emang berniat serius, tolong kasih aku satu bukti keseriusan mas. kalau hanya sebuah janji aku sudah ga percaya lagi mas. Yakinkan aku bahwa mas benar benar lelaki baik yang berniat serius kepadaku. Yakinkan aku bahwa kamu tidak seperti lelaki sebelumnya. yang aku butuh di usiaku ini adalah bukti bukan hanya sekedar janji." -Nada "Baik kalau itu yang kamu mau Nad, nanti malam mas Abi dan keluarga mas akan kerumah kamu. Malam ini juga mas akan buktiin keseriusan mas kepada kamu". - Mas Abi. "Beneran gapernah bayangin kalau pada akhirnya sahabat terbaikku kini jadi kakak ipar. sia sia deh kemaren overthinking kalau kita dah nikah bakalan pisah dan gabisa ngumpul lagi eh tau tau malah jadi satu keluarga". -Vella
All Rights Reserved
#135
meet
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Pulchra Tempora
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • RAKAALENA
  • SAALI - Pesona Adik Ipar (TERBIT)
  • Once Twice Trice (TAMAT) | 1.4
  • Marrying My Best Friend
  • Turun Ranjang
  • DIKANESHA
  • My Naughty Husband

SEASON 2 DARI WORDS FOR YOU (IT'S YOURS) ... "Nikah tuh beneran nggak serem kan, Bang? Mbak?" tanyanya, suaranya terdengar setengah bercanda, tapi dengan sentuhan kecemasan nyata yang tak bisa disembunyikan. Albi dan Naisha saling bertukar pandang. Mereka tak hanya kakak yang lebih tua, tetapi juga pasangan yang sudah lama merajut kehidupan bersama. Mereka paham, ini bukan sekadar momen iseng Haikal. Ini adalah persimpangan besar dalam hidupnya, dan sebagai kakak yang baik, mereka tahu harus memberi nasihat, bukan menghakimi. Albi menghela napas pelan, mengendurkan bahunya sedikit, lalu menatap adiknya dengan tatapan penuh pengertian. Suaranya dalam dan tenang, seperti menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Nikah itu bukan soal serem atau nggaknya. Lo mungkin mikir nikah itu kayak loncat ke sesuatu yang nggak lo ngerti, tapi sebenarnya itu lebih dalam dari itu. Pernikahan itu komitmen. Lo nggak cuma berbagi momen atau waktu, tapi berbagi hidup. Lo berbagi seluruh diri lo sama seseorang, bukan cuma sehari atau seminggu, tapi seumur hidup." Pemuda itu diam mendengarkan, bibirnya mengatup rapat. Albi melanjutkan, "Ada tanggung jawab besar di sana. Lo nggak bisa setengah-setengah. Lo harus siap, siap secara mental, emosional, siap jadi seseorang yang bisa diandalkan setiap saat. Karena ketika lo nikah, lo nggak hidup buat diri lo sendiri lagi." ...

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman