NEOMA (Bulan Baru)

NEOMA (Bulan Baru)

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 6, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
Bolehkah aku meminta kebahagiaan pada semesta? Aku sudah memiliki banyak bintang di sekelilingku, namun aku terlalu rapuh untuk ikut menjadi bintang di dalamnya. Bolehkah aku hanya menjadi bulan ? Bulan yang hanya mampu bersinar atas bantuan sinar matahari. Bulan yang takkan pernah mampu bersinar sendiri, seperti aku yang tak mampu berdiri sendiri... - Brigitta Neoma Salshabilla Kalo gue gak bisa jadi obat dan penyembuh buat luka lama lo, setidaknya izinkan gue menemani dalam proses penyembuhan lo. Dan biarkan gue tetap mencintai lo dengan cara gue yang seperti ini.... - Melvin Axelle Azri Saling menyimpan rasa yang sama, tapi saling menciptakan jarak yang nyata. Gue menjauh untuk menjaga... - Haekal Javeed Maaz Gue bakal tetep genggam nama lo dihati gue, gak peduli betapa menyakitkannya itu. Karena meskipun menyakitkan, gue lebih milih mencintai lo daripada berhenti mencintai lo... - Jerryan Rauf Faresta Sejauh apapun kita berpisah, kalo memang lo takdir gue, kita pasti bertemu lagi. Dan kalo gue gak bisa milikin lo, maka siapapun gak ada yang boleh milikin lo... - Sagara Kusuma Prameswara
All Rights Reserved
#608
phobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • My Bromance [18+] End
  • ANGKASA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Let Me Love You Longer
  • A Letter to Myself
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • My Friend Is My Strength
  • Fall And Love

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines