Kutu Buku Kampus

Kutu Buku Kampus

  • WpView
    LECTURAS 551
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida mar, ene 20, 2015
Ahh..''Sial burem banget'' ihh Basah lagi.'' Sambil mengusap kaca mata'' Oh iya kenal,in nama gue Reza Pratama Saputra, Biasa di pangil Reza sama temen temen gue. Kesibukan gue berkerja sebagai Custumer service di perusahaan retail telekomunikasi dan kulia di salah satu Universitas, ''Tepatnya di Universitas 17 Agustus Jakarta,'' Awalnya gue sebagai karyawan biasa, Berkerja dan berkerja mencari selemembar uang sebagai kelangsungan hidup gue, Sebagai karyawan gue melayani customer dan mengejar target ratusan juta di perusahaan yang lumayan besar ini, ''Namus sayang gaji ngak serti yang kalian bayangin'' Suatu ketika paman gue dari Jogja datang berkunjung ke rumah, Dan dari situ kehidupan gue berubah.
Todos los derechos reservados
#5
kesibukan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Puisi Kegagalan
  • mister jutek i miss u
  • Mahkota untuk Raja
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Don't Talk About Money
  • Aksara Lingga

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido