Sesungguhnya Aku

Sesungguhnya Aku

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 12, 2022
Keputusanya membantu ekonomi keluarga,justru membuatnya membenci keluarga nya,bahkan kehidupan.. Niat yang tulus dan tekad kuatnya seketika hancur oleh kerasnya kehidupan,tajamnya belati kesepian sediki demi sedikit membawanya pada jurang kehampaan. Tanpa pernah berharap akan datangnya caha,dia memandang semuanya sebagai "wajar" Tanpa sandaran,.. tanpa tau arah pulang,... tanpa bisa lari dari kenyataan,... Dia hanya terus berjalan dengan satu keinginan tentang kehidupan yang layak dan dunia yang baik-baik saja.... Tapi sayangnya...... Dunia tak pernah baik-baik saja.! Selamat datang di dunia "RAY".
Creative Commons (CC) Attribution
#31
kedewasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • LAKUNA
  • A Symbiotic
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • Silent Obsession
  • senja diberanda kayu
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Constellations From The Room
  • The Light I Found in You on the Bridge | END✔️

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines