One Year With AHFA BASKARA

One Year With AHFA BASKARA

  • WpView
    Reads 1,681
  • WpVote
    Mga Boto 373
  • WpPart
    Mga Parte 38
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, May 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Terekam jelas dibenakku,yang terkadang mampu tereka ulang dalam lamunan. Terbalut kisah yang tengah merekah indah,mulanya aku memutuskan untuk mundur karena sebuah keadaan dan kau mengiyakan. Awalnya aku kira hanya mimpi tetapi ternyata ini nyata,mampukah aku bersamamu? Senja dan Alam membawaku ketempat ternyaman yang paling indah "Saya terima nikah dan kawinnya Gialsya Meysha binti Abi Hafizar dengan mas kawin 50 gr logam mulia dan uang tunai 34.600.000 dibayar tunai" balas pria dengan satu tarikan nafas
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Don't call it love!
  • Reborn (Mari Bersua)
  • 🦋SENJA BERCERITA (END)🦋
  • Marriage Life With The Boss (Adult Romance 21+)
  • LOVE. OUR GAME
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Transmigration | Season2
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Bukan Istri Pura-pura

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman