My Doll is Black Rose

My Doll is Black Rose

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 7, 2022
WpInfo
Fiction
Mystery
Blurb "Ctar... Ctar..." suara cambukan dari sabuk sang tuan melukai perempuan itu sehingga perempuan itu terduduk bersimpuh. "Ampun tuan, hamba mohon, jangan cambuk aku lagi, tuan," lirih perempuan itu meminta belas kasihan sang tuannya. "Makanya kalau kamu tidak ingin aku cambuk kembali, jangan pernah membantah perintah aku lagi, paham!" bentak Rieza kepada Airin kembali. "Kau lapar tidak? Wahai tuan putri," tanya Rieza seraya meledek dengan menyebut dirinya dengan tuan putri. "Mohon tuan, jangan panggil dan ledek aku dengan sebutan tuan putri lagi, aku di sini hanya budak setia kamu, tuan. Mohon maafkan kesalahan yang telah aku lakukan barusan, tuan," permohonan maaf Airin kepada Tuan Rieza. "I-iya... I-iya... A-aa-aku sangat lapar, tuan," jawab Airin sambil memegang perutnya yang kosong dari pagi tadi. "Ini makanan kamu," ucap Tuan Rieza seraya melempar makanan beserta minuman untuk Airin tersebut. Dengan merangkak Airin mengambil makanan dan minuman yang telah di berikan oleh Rieza. Setelah ia memegang piring yang berisi nasi beserta lauk pauk yang menggugah selera makannya. Ia memakan makanan yang telah disediakan oleh Tuan Rieza tersebut, dengan lahapnya dia menyantap semua hidangan yang ada di depan matanya.
All Rights Reserved
#49
action-thriller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  CHARIVA SQUAD
  • [√] Memorabilia
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Alinka's Story! [Completo]
  • TIREYA

"semoga kita selalu bersama sama ya,"ucap gadis cantik berambut sebatas pinggang yang bernama tag Chariva. "semoga aja," jawab laki laki berparas tampan yang sedikit acak acakan bernama tag Adit. "senjanya indah banget,"ucap Riva dengan senyuman. "Namanya juga senja de," jawab Randi yang tengah bermain hp. Setelah sekian lama berdiam diri dengan kegiatan mereka masing masing. Tiba tiba Riva bangkit dari duduknya dan pergi entah kemana. "Barudak,"panggil Soni. "Naon?"saut Sandi. "Kenapa tuh si ademalah pergi," tanya Wisnu yang keheranan. "Gak tau tuh," jawab Adit. Baru saja di bicarakan, tiba tiba Chariva datang dengan membawa kantong plastik di tangannya. Setelah di buka kantong plastik itu, ternyata berisikan es krim yang baru saja di beli oleh Riva di depan sana. "Widih beli es krim Ade beli?" Tanya Adit seraya bangkit dari duduknya untuk mengambil es krim miliknya. chariva yang di tanyain seperti itu tentunya mengangguk. "iya a," ucap Riva sambil membuka bungkus es krim miliknya. Saat es krim milik Riva terbuka, dia mengoleskan sedikit es krim itu ke tangannya dan mengarahkan tangan yang terkena es krim itu ke arah Adit. "Riva," reflek Adit saat tangan Riva yang terkena es krim itu berhasil mengenai wajah Adit. "Hahaha ," tawa Riva seraya berlari agar tidak bisa tertangkap oleh Adit yang juga ingin mengoleskan es krim. Saat Chariva dan Adit sibuk berlarian di situ Randi, Sandi, Soni dan Wisnu hanya duduk memakan es krim dan memandangi kedua orang tersebut itu. "Lucu ya," ucap randi seraya memakan es krim miliknya. "Iyaa semoga bisa terus kayak gini," Jawab Soni dengan memakan es krim dan memotret dua orang tersebut itu dari jarak jauh. "hahaha," tawa mereka bersama. senja ini menjadi saksi kedekatan antara mereka berenam. Semoga mereka bisa terus seperti ini sampai nanti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines