LIAR
  • WpView
    Leituras 54
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jun 21, 2022
Dia tidak suka membunuh. Tapi, setelah kejadian itu Dia jadi suka membunuh. Sekarang Dia bukan lagi gadis yang ceria, polos, suka tertawa dan tersenyum. Sekarang Dia menjadi gadis yang dingin, datar, acuh tak acuh terhadap sekitar, dan pemarah. " Gw bakal bunuh orang yg udah melukai orang² yg gw sayangi meskipun mereka keluarga gw sendiri " gumam Amel. " GW BENCI PEMBOHONG, PENGHIANAT DAN GW BENCI DI BENTAK SIALAN!!! " Teriak Amel. air matanya jatuh tanpa bisa Dia tahan. Dia benar benar muak dan lelah dengan kehidupannya.
Todos os Direitos Reservados
#350
liar
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • LUKA LILY {Revisi}
  • I'm Bad Girl
  • Let Me Love You Longer
  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • HATRED [On Going]
  • Gladis Story [SELESAI ✓]
  • Amara or Anara??
  • Entwined by fate || BXB
  • TIREYA
  • ADELIO (END)

DALAM TAHAP REVISI🚫 Lily lahir dalam kebencian. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya, membuat ayah dan ketiga kakaknya membencinya sejak ia masih bayi. Di rumah mewah milik keluarganya, Lily hidup seperti bayangan-selalu dimaki, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Ia hanya boleh makan setelah mereka selesai, tidur di gudang yang dingin, dan naik angkutan umum ke sekolah sementara kakak-kakaknya menikmati kemewahan. Namun, penderitaan Lily tidak berhenti di rumah. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan, dihina, dan diabaikan seolah-olah ia bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang peduli. Tidak ada yang melihat luka yang ia sembunyikan-baik luka di tubuhnya maupun luka yang jauh lebih dalam, di hatinya. Hingga suatu hari, tubuhnya mulai melemah, demam yang tidak kunjung sembuh, dan kelelahan yang terus menghantuinya. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Lily mengidap leukemia. Namun, bahkan dalam sakitnya, keluarganya tetap tidak peduli. Mereka bahkan berharap ia segera mati. Sampai akhirnya, Lily menyerah. Ia benar-benar pergi untuk selamanya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, rumah itu terasa sepi. Tidak ada lagi suara langkah kecilnya, tidak ada lagi sosok lemah yang selama ini mereka abaikan. Dan saat semua orang mengetahui penyakit yang ia derita, penyesalan pun datang terlambat. Tetapi Lily tidak akan pernah tahu itu-karena dia telah pergi, membawa semua luka dan kesepiannya ke tempat yang lebih tenang. #kematian (1) (10/02/25) #benci (1) (02/04/25) #kepergian (1) (21/02/25)

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo