Sea Hymne
  • WpView
    GELESEN 32
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 6
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juli 10, 2022
Apa yang bisa dilakukan sebuah luka? Apa efeknya pada hidup kita? Cerita kali ini penuh dengan luka dan kehilangan. Menceritakan seorang Arista Clementina Ideaski yang sedang berjuang untuk sembuh dari kematian kakaknya. Serta menceritakan pula seorang remaja laki - laki pembenci kaum hawa yaitu Dimitri Shaga Marvin. Apa yang akan terjadi pada mereka berdua? Apakah dua orang dipenuhi luka bisa bersatu?
Alle Rechte vorbehalten
#25
riri
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Penuh Luka (On Going)
  • Arsyilazka
  • ARALVI [Completed]
  • [S4] World Of Wounds
  • What Happened to Perfect
  • Jodohku
  • HIDDEN I (The End)
  • Game of Hearts [REVISI]
  • DANADYAKSA

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien