Elakshi (On Going )

Elakshi (On Going )

  • WpView
    Membaca 83
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 8, 2022
Perempuan itu terduduk di sudut ruangan yang dipenuhi oleh mahasiswa lain, sorot matanya berbinar melihat seseorang yang berbicara dengan lantang di depan. Aku bertanya kepada temanku, "Bro itu yang di pojok siapa? " Temanku berkata ; Dia adalah perempuan ramah hidupnya selalu ia isi dengan diskusi panjang setiap harinya. Ia selalu menebarkan senyuman kepada siapapun yang bertemu dengannya. Namun yang aku lihat dari binar matanya, di balik senyuman-senyuman itu terdapat kesedihan serta luka yang begitu ; dalam . Lalu ia tutupi luka dan kesedihan itu dengan segaris senyum yang menawan dan juga binar mata yang begitu indah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#376
enjoy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • A Love Lost Beneath the Blue
  •  The Other Ending
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)
  • If we can together
  • Senja Yang Sunyi
  • Gopaniya
  • »The Love Behind Secrets!
  • Bad Boys VS Ice Girl [Belum Revisi] || ✔

"Sebenarnya, siapa yang lebih aku butuhkan? Dia yang nyata di hadapanku, atau seseorang di masa lalu yang tak bisa kugenggam kembali?" Pertanyaan itu terus menggantung di udara-seperti kabut pagi yang enggan sirna, menggumpal di antara detak waktu yang tak pernah memberinya jawaban. Himeka Ocean, seorang perempuan yang terperangkap di antara bayang masa lalu dan kenyataan yang tak lagi ia pahami. Ia melangkah, namun hatinya terhenti di satu titik: di antara melupakan, atau terus terjatuh dalam jerat kenangan yang tak mau lepas. Di sisi lain, seorang lelaki, ia menjadi peneduh di bawah badai. Ia tinggal, bukan sehari atau dua, tapi bertahun-tahun. Ia mengusap air mata yang tak selalu terlihat, menjadi saksi luka yang tak pernah sembuh, menjadi penjaga dalam sepi yang tak pernah berakhir. Tapi bagi Himeka, itu belum cukup. Bukan karena ia tak bersyukur, tapi karena ada sesuatu yang terus dicari, terus dirindu-seseorang yang hanya hadir dalam lamunan-lamunan panjang dan sunyi. Malam demi malam, ia menelaah hatinya-seperti membaca buku tua yang penuh debu dan sobekan. Ia mencari, di setiap sudut yang pernah ia tutup rapat. Siapa yang selama ini ia tunggu? Cinta seperti apa yang hatinya dambakan? Apakah akhirnya Himeka Ocean akan menemukannya? Atau justru takdir menuntunnya membuka lembaran baru-dengan tangan gemetar namun tekad yang perlahan terbit dari reruntuhan dirinya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan