Anonymous Dating

Anonymous Dating

  • WpView
    LECTURES 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mai 19, 2022
Lelah dengan perasaan kesepian dan tekanan teman-temannya yang sudah tidak lagi menyandang status jomlo, Karenina Zaydee atau yang biasa dipanggil Nina iseng mengunduh aplikasi kencan berbasis anonim agar tidak lagi diledek gagal move on. Untuk jaga-jaga, Nina menggunakan e-mail kloningannya saat berkirim pesan. Tidak lama kemudian, ia benar-benar menemukan sosok Tara yang membuatnya nyaman. Namun, suatu pagi, ada sebuah e-mail masuk dari dosennya ke e-mail aslinyanya mengenai skripsi yang tengah ia tulis. Dan yang tidak pernah ia sangka, alamat e-mail dosennya itu sama dengan e-mail yang digunakan Tara! Lalu, bagaimana Nina menyikapi kenyataan bahwa Tara dan dosennya yang culun dan anti sosial di fakultas adalah orang yang sama?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Cinta Itu Kayak Skripsi - Kalau Nggak Dicicil, Nggak Kelar-Kelar!
  • Dospem Skrip(S)weet - [ Sudah Terbit ]
  • Aira
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • Married To My Brother's Friend
  • Tiba-tiba Nikah sama Bu Dosen
  • COLD LECTURER (REVISI)
  • Discovery Of Love (Completed)
  • KISAH KASIH AKHIR SEMESTER

''Tara, mahasiswi tingkat akhir jurusan Komunikasi, adalah sosok aktif, ceria, dan dikenal sebagai "ibu kos" oleh teman-temannya. Sementara itu, Raka, mahasiswa Teknik Informatika, lebih suka berkutat dengan laptop dan kopi hitam dibandingkan bersosialisasi. Dunia mereka berbeda 180 derajat-sampai skripsi mempertemukan mereka... secara tidak sengaja. Saat dosen pembimbing Tara tiba-tiba cuti panjang, ia dipasangkan dengan dosen killer yang terkenal sangat teliti-yang ternyata juga membimbing Raka. Terpaksa harus sering bertemu untuk bimbingan bareng, mereka jadi saling mengenal lewat keluhan-keluhan lucu, drama deadline, dan kopi sachet warung depan kampus. Di tengah tumpukan revisi, Wi-Fi kos yang lemot, dan kejaran wisuda semester ini, benih-benih cinta mulai tumbuh. Tapi seperti skripsi, cinta pun butuh dicicil. Pertanyaannya: apakah mereka akan kelar lebih dulu cinta... atau skripsinya?''

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu