Revenge To Love

Revenge To Love

  • WpView
    LECTURAS 46
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 25, 2022
"Askara, aku gak sanggup, aku gak kuat, Mas!" Naniar tidak menyangka ia akan mengalami cobaan terberat dalam hidupnya -ia hamil lima bulan- namun bukan karena kehamilannya tapi kabar bahwa suaminya -Askara- meninggal. Ya, suaminya pergi untuk selama-lamanya dan mulai detik itu juga ia harus kuat demi anak yang berada di dalam kandungannya. Javiar membuang asap rokok yang sudah mengepul di dalam paru-parunya sedangkan Karen dibuat melotot tidak percaya dengan kabar mengejutkan itu. "Dek, si Askara udah mati." "Akhirnya si pengecut itu mati juga!" "Tapi istrinya sedang hamil. Gue ingin mereka mati juga!" Ucapan dari Karen membuat gejolak batin bagi Javiar. Javiar merasa memiliki keterikatan dengan Naniar, entahlah dia juga tidak yakin tapi yang ia yakini bahwa ucapan dari Karen tidak main-main.
Todos los derechos reservados
#10
thewattys
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 9096 (Complete)
  • Sesal Yang Terlambat
  • Oriana's Wedding Diary (Akan Tersedia Di Gramedia 8 Mei 2017)
  • Sebatas Angan Senja
  • This Time ✔ (SEDANG REVISI)
  • Naomi Life's Story
  • Sailing With You [END]
  • Andai Kau Tau
  • 𝐑𝐄𝐈𝐍𝐊𝐀𝐑𝐍𝐀𝐒𝐈 𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐀𝐌𝐔[ READY BOOK ]

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido