Air (Tahap Revisi I)

Air (Tahap Revisi I)

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 20, 2022
Rilis; 8 Mei 2022 "Mak, tadi Alan ditanyain Bu Guru tentang cita-cita. Bukannya itu masih jauh ya? Ya udah, Alan bilang Alan gak punya cita-cita. ..... Bukannya hidup itu untuk senang-senang, Mak? Orang-orang bilang "Laif is por pan" (author: Life is for fun) kan? Kalau cita-cita urusan belakang saja." "Iya, senang-senang memang boleh Lan. Tapi masa depan itu harus direncanakan, supaya kamu bisa jadi versi terbaik dirimu sendiri. Harus direncanakan supaya kamu bisa jadi 'orang'." "Kan Alan udah jadi orang sekarang? Masa Alan itu alien?" "Jadi 'orang' yang Mak maksud bukan itu. Jadi "orang" itu, nantinya Alan bisa mandiri, bisa mengambil keputusan, bisa berdiri sendiri sepenuhnya tanpa dukungan Mak lagi. Dan.. gak harus diteriakin lagi sama Emak buat mandi. Karena pada suatu saat, Emak gak bisa nemanin kamu lagi." "Tapi Mak, menurut Alan hal itu kita jalanin aja. Nanti juga Alan kalau udah dewasa bakal jadi mandiri." "Dewasa itu tak sepenuhnya ditentukan dari umur kamu, Lan. Dewasa yang sesungguhnya ditentukan oleh mental kita, bagaimana kita memandang dunia, mengatasi masalah, berinteraksi dengan orang lain, dan banyak lagi. Alan, Alan... Nanti kalau Emak udah gak ada, kamu harus hidup sendiri, gimana? Umur Emak ini titipan dari Tuhan, kalau Tuhan mau manggil Emak, Emak bisa apa?" Disclaimer: Segala tokoh, tempat, kejadian semua adalah imajinasi pengarang.
All Rights Reserved
#676
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbalut Puisi
  • Suara Anak Bodoh
  • Human Living (Slow update)
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • SHANA (SELESAI)
  • GRESHAN FAM
  • friendship dump
  • Dictionary Of Perfection [TAMAT]
  • Mantanku CEO, Suami pun CEO
  • Aku Dijodohkan

Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".

More details
WpActionLinkContent Guidelines