Trough Our Blood [orokabu]

Trough Our Blood [orokabu]

  • WpView
    Lecturas 506
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 23, 2023
WpInfo
Ficción
Paranormal
» Ada legenda yang mengatakan bahwa di kegelapan hutan malam, sebuah kastil berada di pertengahan hutan. Konon masih ada vampir yang hidup disana. Beberapa pemburu handal yang tertarik dengan artikel-artikel tersebut mencoba untuk menahlukan vampir yang ada. Sayangnya satu persatu dari mereka hilang dan tidak pernah kembali selama lebih dari puluhan tahun. Generasi berkembang seiringnya zaman. "Saya tidak mengerti, menggapa manusia ingin melakukan hal-hal yang di luar batas mereka? yang bahkan mereka tahu mereka tidak akan bisa melewati semua itu" "Keingin tahuan terkadang menyesatkan mereka ke dalam kematian mereka sendiri" Bayangan yang tercermin di salah satu pintu penjara bawah tanah mendekat. Kabuto akhirnya terenung saat sang vampir membuka pintu dan masuk ke dalam ruanganya. "Mengapa kau tidak membunuhku?" Orochimaru tertawa. "Ada alasan kau tidak akan mati" » Anime [Naruto]. Semua karakter bukan milik saya, mereka adalah ciptaan tuan Masashi Kishimoto. » Warning 13+ for blood and other content.
Todos los derechos reservados
#57
narutofanfic
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • TIME will TELL {On Going}
  • Outcast Castel
  • Ikanaide ▪ 遠くへと 消えていく ぼくを置いてって
  • Her Darkness *END*
  • GHOST?
  • All About Her [orokabu]
  • Serendipity In Another Life
  • Forever [Nanami Kento]
  • Difference [END] ✔

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido