HAREM
  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 7, 2022
Bagaimana jika kalian harus tinggal dalam rumah bersama seorang maling? Ini dialami oleh Anjani. Mahasiswi kedokteran yang aktif dan berprestasi. Setelah ibunya meninggal dan sang ayah pergi, dia harus menerima takdir hanya bersama Ahmad alias Bodhong yang menjadikan maling sebagai profesinya. Anjani memiliki empat sahabat. Persahabatan mereka terjalin sangat erat, hingga Anjani merasa memiliki keluarga selain Abangnya. Namun, ada sesuatu yang membuat Bodhong tidak menyukai persahabatan mereka. Satu per satu sahabat Anjani menghilang. Tidak ada yang tahu kemana perginya, tanpa kabar bagai di telan bumi. Satu-satunya orang yang bisa dicurigai adalah Bodhong. Karena dia pernah mengucap satu ancaman. Anjani yakin Bodhong yang telah menculik sahabatnya, tetapi Bodhong tidak mengakui dan meminta bukti jika dia yang melakukan. Lalu siapakah dalang dibalik menghilangnya para sahabat Anjani? Mungkinkah Bodhong hanya sedang beralibi? Bagaimana Anjani akhirnya bisa membongkar kasus ini?
All Rights Reserved
#24
hwcmenulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Thuis
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION
  • Problem [REVISI]
  • FINN ANDJANI
  • Tanduk Kecil di Atas Kepala Kita
  • Konstelasi Emosi
  • coward
  • To Be Antagonis
  • Lintang Kemukus | Jungwon, Minji (Uwonji)
  • Bloody Promise [Sudah Diterbitkan]
Thuis

Anjani belum pernah merasakaan rasa penasaran sebesar ini. Ia begitu dibuat ingin tahu oleh seorang pria misterius, yang setiap pagi akan duduk di beranda rumah tua yang ia lewati. Pria itu, akan duduk di sana, dengan secangkir minuman yang masih mengepul sambil memperhatikan bunga-bunga di halaman rumah yang cukup luas itu dengan tatapan kosong. Pria yang wajahnya begitu tampan, dibingkai oleh mawar merah yang menjuntai dari atap beranda tempatnya bernaung setiap pagi. Terlalu indah dan hampir terkesan tidak nyata. Sayangnya, Anjani juga melihat ada sendu yang kuat di kedua netra pria itu. Rasa penasaran Anjani ternyata dikabulkan oleh semesta. Takdir memberikan kesempatan bagi gadis itu untuk berbicara berdua dengan si pria beranda. Namun ternyata, pria itu tak dengan mudah mengatakan siapa dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines