Singkat
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 9, 2022
Setelah semua kalimat pedas dari orang-orang pun aku masih tetap pada pikirannku yang keras, lalu aku tertidur dan bangun lalu menangis, menyesali semua yang terjadi, begitu jahatnya aku menyakiti hati orang yg tulus, berusaha sabar saat menghadapi aku padahal sifat aslinya kasar, berapa persen kamu harus berubah agar aku tetap baik-baik saja. Aku egois memaksakan cinta, hidup aku seakan akan bijak dalam berkata tapi ternyata tidak dalam nyata, meminta pada tuhan agar tuhan menjodohkan aku dengan kamu itu juga bentuk keegoisaan diriku padahal aku sendiri tidak tau pasti aku benar-benar mencintaimu atau tidak, lalu bagaimana bisa aku harus menangis saat kamu memilih pergi? Harusnya aku malu, karna jika aku yang berada diposisimu tidak ada kata maaf atau kesempatan, kamu butuh hidupmu sendiri juga, aku selalu bilang pada orang orang bahwa dunia ini tidak melulu tentang diri kalian tapi aku sendiri ingin dunia ini tentang aku, Sampai di titik terakhir kamu tetap menjadi baik dengan menyalahkan dirimu agar aku tetap tidak terluka perasaan, kamu menjelekan dirimu agar aku menjauh, makin berfikir lebih dalam begitu baiknya dirimu, sampai aku berkata dalam doa ku "aku yang tidak pantas buatmu bukan kamu yang tidak pantas buatku dan tuhan tolong beri ia jodoh yang jauh lebih baik dariku dan insyaallah aku ikhlas dan maaf tuhan jika selama ini aku selalu memaksakan kehendakku kepadamu dan kepadanya, maaf telah menyakiti hati hambah mu".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • AFTER (COMPLETE)
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Air Mata Cinta
  • Ketukan Takdir
  • Take My Hand Oppa
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines