My Diary
  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 13, 2022
Kisah ini bercerita tentang remaja yang baru menginjak umur 20 tahun sedang mencari jati dirinya, celotehan remaja tentang bagaimana dunia bekerja, dan apa yang akan dilakukan olehnya, disertai dengan kelakuan-kelakuannya yang diluar nalar cara berfikir manusia umur 20 an. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#848
curhatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidupk(a)u [Part I]
  • Manusia dan Coretannya [TAMAT] - Revisi
  • PUISI AKSARA [Selesai]✔
  • Damira (END)
  • JUST BE MINE [END]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Inilah Kisahku
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Andai bisa

Hidupk(a)u mengisahkan perjalanan seorang gadis berusia sembilan belas tahun untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Usia sembilan belas tahun benar-benar menyadarkannya bahwa dunia masa kecilnya sudah hilang dari kehidupannya. Kelenaannya akan kehidupan masa kecil yang indah membuatnya gelap mata saat menginjak usia transisi menuju dewasa. Masalah demi masalah timbul silih berganti, membuatnya merasa dunia begitu jahat kepadanya. Pertanyaan demi pertanyaan pun timbul dalam benak seolah ingin menentang takdir. Dalam kekalutan yang teramat sangat, ia mengurung diri dan merenung tuk beberapa waktu. Di tengah proses perenungan yang tak sebentar, berbagai gejolak kehidupan mencuat satu per satu seakan memberi tanda baginya. Perenungan yang begitu menguras pikiran dan perasaan. Perenungan yang begitu melelahkan raga serta jiwa. Namun terselip jawaban-jawaban Tuhan di setiap gejolak yang menyeruak di permukaan. Masa dewasa yang ia pikir hanya soal jatuh cinta dan patah hati, nyatanya lebih membekas dari dua hal klasik itu. Keindahan yang melebihi jatuh cinta, dan keburukan yang melebihi patah hati. Keduanya lebih melekat dalam langkah dan menyatu dalam ego. Keduanya lebih membelalakkan mata akan hidup yang sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines