Cintamu Sebening Syahadat [On Going]

Cintamu Sebening Syahadat [On Going]

  • WpView
    Reads 299
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 16, 2022
"Udahlah Yohan, sampai kapan pun kita gak akan pernah bisa bersama! Kita berbeda, keluarga kita berbeda, gak ada yang ngerti tentang perasaan kita. Keluarga kita gak akan pernah bisa mengerti tentang cinta ini" Teriak Nea sambil berlinang air mata "mungkin ini adalah akhir dari kisah kita, yohan. Dan ini adalah akhir dari perjumpaan kita" ucap Nea dengan mata yang bercucuran air mata "Apa maksud kamu ini adalah akhir dari semuanya?" Tanya yohan sambil emosi "Apa maksudnya Neaaa,, jawabbb" teriak Yohan pada Nea "Papah aku menjodohkan aku dengan anak temannya" jawabannya Nea sambil menghapus air matanya "dan tanggal pernikahan ku sudah ditetapkan oleh orang tua ku dan orang tuanya" ucap nea sambil mengambil undangan yang berada dalam tasnya "jangan datang jika ini membuat mu terluka, aku tidak sanggup melihat mu di hadapan ku dan di samping ku ada pasangan ku tapi dia bukan kamu." Dengan penuh rasa sakit yang menggelora di hatinya, Nea pun pergi meninggalkan Yohanes sendiri "Aku tidak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu, Nea." Kata yohanes dengan suara lirih, dan pipinya masih dibasahi dengan genangan air mata nya Sangat menyedihkan, disisi lain Yohanes membawa rangkaian bunga dan disisi lain Nea membawa undangan pernikahan
All Rights Reserved
#1
rameinyuk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BLOOD FLOWERS
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • ARHANAYA || SUDAH TERBIT ||
  • Single Moms (End)
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING

"Ayaash!" isaknya sambil menangis, "Apa yang sudah kau lakukan, Ayaash! Apa kau benar-benar tidak bisa memahami perasaanku? Atau memang kau tak punya keberanian untuk memahami? Aku tak pernah mencintai siapa pun selain dirimu. Lalu kenapa kau tega berbuat ketidakadilan sebesar ini kepadaku, hingga aku harus menjadi istri orang lain padahal suamiku masih hidup? Dosa sebesar apa yang sudah aku lakukan sampai semua ini harus menimpa diriku. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tidak pernah menginginkan semua ini terjadi." "Jangan berkata begitu, Aleena!" ujar Ayaash, suara lemahnya bergetar, sambil mengangkat tangan yang lemah. "Kau tidak bersalah. Semua ini adalah keputusan yang harus kuambil. Aku tak ingin tubuhku yang cacat ini menjadi beban dalam hidupmu. Aku tak ingin menjadikan dirimu tongkat bagi tubuhku yang lumpuh ini." Mata Ayaash pun dipenuhi air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines