Algos
  • WpView
    Membaca 427
  • WpVote
    Vote 10
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 25, 2023
Dibandingkan adalah suatu hal yang sering seorang Jingga alami. Dia adalah Mejingga Alnaira, putri ketiga sekaligus bungsu dari keluarga Adijaya yang memiliki segudang kekurangan. Rasa tidak percaya diri selalu Jingga rasakan akibat ucapan orang lain maupun keluarganya sendiri. Minder dan merasa tidak mempunyai kelebihan adalah bahan yang selalu Jingga pikirankan. Kesepian selalu menjadi teman Jingga, sunyi adalah suasana yang dia sukai. Merasa kesepian walau banyak orang disekitarnya. Memiliki keluarga lengkap tapi selalu merasa tak dianggap, perlahan semua terasa menjauh darinya, pergi dan seakan semuanya berubah asing. Bahkan orang yang dianggap menjadi satu-satunya orang yang akan selalu menemaninya pun menghianati nya dari belakang. Apakah segudang kekurangan Jingga itu? Akankah Jingga akan memperbaiki kekurangannya dan mencari letak kelebihannya? Pasalnya Jingga ragu dengan kalimat jika semua orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. ---------------- Just information Algos diambil dari kata Algea Sedangkan arti kata Algea dalam mitologi Yunani adalah sekelompok dewa yang melambangkan rasa sakit dan penderitaan pada jiwa maupun tubuh.Algea juga dikenal dengan sebutan Algos (bahasa Yunani: Ἄλγος), kata dalam bahasa Yunani yang berarti "rasa sakit".
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#114
femalelead
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • BALAS DENDAM! ✔
  • G E L V A N
  • Mirari : Melodi Semesta [END]
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • ALGAFA
  • Angga Elbar
  • Stand By You [SUDAH TERBIT]
  • Fractured Cheerfulness (On Going)

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan