Luka & obat

Luka & obat

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Darcy perempuan tangguh, dan mandiri di usianya yang baru 17tahun, ia barus begelut dengan kerasnya kehidupan. Hidup sendiri tanpa keluarga. Memiliki kekasih yang mengangapnya seperti Boneka, yang bebas memainkannya. Di haruskan menngikuti kemauan pria itu, ia tidak akan melepaskan Darcy. Begitu banyak luka yang ia terima dari keluarga, dan kekasihnya. Luka itu tidak pernah sembuh, selalu ditimpa dengan luka baru lagi, berharap ada obat yang dapat menyembuhkan luka ini.
All Rights Reserved
#35
orangbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • LANGIT BIRU
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • Rayhan dirgantara [End]
  • I'M TALISA
  • Sejenak Luka
  • ANGEL (END)

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines